Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Mewaspadai Hobi

Mewaspadai Hobi

Tahun baru Hijriah dan tahun baru Masei, semoga bisa dijadikan audit hobi kita selama ini. Mengapa hobi harus diaudit? Jawabannya sangat sederhana, ""Banyak hobi, yang menggerogoti penghasilan"".

Kamis, 15 Januari 2009

Tahun baru Hijriah dan tahun baru Masei, semoga bisa dijadikan audit hobi kita selama ini. Mengapa hobi harus diaudit? Jawabannya sangat sederhana, “Banyak hobi, yang menggerogoti penghasilan”.

 

 

Banyak orang punya hobi memancing, data lapangan menunjukkan bahwa 99 % orang yang punya hobi memancing, hobinya menggerogoti penghasilannya.

Banyak orang punya hobi main golf, data lapangan menunjukkan 99 % orang yang punya hobi main golf, hobinya menggerogoti penghasilannya.

Banyak orang punya hobi bernyanyi, data lapangan menunjukkan 99 % orang yang punya hobi bernyanyi, hobinya menggerogoti penghasilannya.

Banyak orang punya hobi main motor trail, data lapangan menunjukkan 99 % orang yang punya hobi main motor trail, hobinya menggerogoti penghasilannya.

Banyak orang punya hobi memasak, data lapangan menunjukkan 99 % orang yang punya hobi memasak, hobinya menggerogoti penghasilannya.

Banyak orang punya hobi menanam bunga, data lapangan menunjukkan 99 % orang yang punya hobi menanam bunga, hobinya menggerogoti penghasilannya.

Banyak orang punya hobi internet, data lapangan menunjukkan 99 % orang yang punya hobi internet, hobinya menggerogoti penghasilannya.

Banyak orang punya hobi olah raga sepak bola, data lapangan menunjukkan 99 % orang yang punya hobi olah raga sepak bola,  hobinya menggerogoti penghasilannya.

Banyak orang punya hobi olah raga bulu tangkis, data lapangan menunjukkan 99 % orang yang punya hobi bulu tangkis, hobinya menggerogoti penghasilannya.

Banyak orang punya hobi mengumpulkan perangko, data lapangan menunjukkan 99 % orang yang punya hobi mengumpulkan perangko, hobinya menggerogoti penghasilannya.

Banyak orang punya hobi mendaki gunung, data lapangan menunjukkan 99 % orang yang punya hobi mendaki gunung, hobinya menggerogoti penghasilannya.

Banyak orang punya hobi main sepeda, data lapangan menunjukkan 99 % orang yang punya hobi main sepeda, hobinya menggerogoti penghasilannya.

Sahabat cyberMq

Silahkan ditambah sendiri, sesuai dengan hobi masing-masing atau yang selama ini dianggap dan dipaksakan, seakan-akan itu hobi kita …….

Namun, kita harus berani mewaspadai, apakah hobi atau yang selama ini kita anggap hobi, betul-betul tidak menggerogoti penghasilan kita. Kalau memang menggerogoti, cara paling tradisonalnya adalah berhenti dari hobi itu. Sedangkan cara stratejiknya adalah segera memikirkan, penghasilan apa yang bisa didapat dari hobi tersebut.

Penghasilan dari hobi, bukan berarti langsung menghasilan uang, kalau memang bisa langsung menghasilkan uang, itu lebih bagus. Namun bisa juga menghasilkan jejaring, dan jejaring itu bisa segera menghasilkan uang. Bukan jejaring yang justru menggerogoti penghasilan.

Berani memperbanyak hobi-hobi baru, dan juga menambah sumber penghasilan-penghasilan baru !!! Atau lebih senang selalu menambah hobi-hobi baru, dan sekaligus menambah kebocoran kebocoran baru. Bagaimana pendapat sahabat ???

Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. Website http://amri.web.id http:/masamri.multiply.com e-mail : amri{at}mq{dot}

comments powered by Disqus

Kumpulan Hadits tentang Keluarga

Lelaki tua itu menjawab: "Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa orang ammati (saudara ayahnya)

connect with abatasa