Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Buta Mata

Buta Mata

Beberapa hari ini, saya berjumpa dengan beberapa temen-temen yang kemampuan melihatnya sangat terbatas, bahkan sebagian besar tidak bisa melihat, buta total. Mereka ini, sedang mengikuti kegiatan pesantren tuna netra. Bahkan ada dua orang yang datang dari luar kota untuk mengikuti kegiatan ramadhan, ...

Senin, 15 September 2008

Beberapa hari ini, saya berjumpa dengan beberapa temen-temen yang kemampuan melihatnya sangat terbatas, bahkan sebagian besar tidak bisa melihat, buta total. Mereka ini, sedang mengikuti kegiatan pesantren tuna netra. Bahkan ada dua orang yang datang dari luar kota untuk mengikuti kegiatan ramadhan, juga dalam keadaan tuna netra.

Ketika berbicara tentang temen-temen kita yang tuna netra, saya menjadi teringat beberapa kegiatan sekitar tahun 1998. Kami dan temen-temen mengadakan pertandingan sepak bola tuna netra. Sebagian orang mengatakan, saya tidak punya hati nurani "Tuna netra khok, disuruh main sepak bola". Komentar ini muncul, ketika mereka melihat pertandingan sepak bola ini. Misalnya ketika mereka melihat para tuna netra menendang-nendang bola dan tidak kena terus, padahal bola berada 3 Cm dari kaki, atau ketika melihat mereka lari ke timur, padahal bola sudah menuju ke barat dan aktifitas yang dianggap kurang manusiawi lainnya.

Namun, ada juga beberapa orang yang sangat mendukung dengan aktifitas yang kami buat, yaitu pertandingan sepak bola tuna netra. Mereka sangat mendukung, disebabkan mereka paham betul manfaat dari pertandingan sepak bola tuna netra. Salah satu manfaat pertandingan tuna netra adalah mereka semakin berani dalam melangkah, sehingga aktifitas "OM-Orientasi Mobilitas" semakin sangat bagus.

 

buta

 

Kembali kemasalah buta mata, bagi temen-temen kita yang tuna netra ini. Beliau ada yang mengalami gangguan penglihatan sejak lahir, tiga tahun, lima tahun, sepuluh tahun dan bahkan ada yang mulai terganggu penglihatannya usia 24 tahun. Bagi sahabat saya yang mulai terganggu penglihatannya 24 tahun ini, beliau sekarang sudah sarjana. Gangguan penglihatannya sangat berubah-ubah. Ketika ujian sidang, mengalami buta total, ketika wisuda bisa melihat normal, dan sekitar dua minggu setelah wisuda mengalami buta total sampai sekarang. Bahkan ada sahabat yang lain, tiga keluarganya yang laki-laki jarak pandangnya hanya sekitar 30 Cm, sedangkan saudara-saudaranya yang perempuan, semuanya sehat.

Ketika mengikuti kegiatan ramadhan "Pesantren Ramadhan", tentunya banyak sahabat-sahabat kita yang normal, ingin juga mendapat pahala berlipat, dengan cara membantu mereka yang tuna netra untuk melakukan mobilitas dari satu tempat ke tempat yang lain. Namun, niat baik saja tidaklah cukup. Membantu mereka yang tuna netra, diperlukan keahlian khusus, misalnya cara memandu mobilitas itu. Beberapa temen-temen yang membantu memudahkan mobilitas justru malah menyulitkan bagi yang tuna netra, sebab cara memandunya tanpa ilmu. Tapi yang sangat menarik, justru mereka semakin akrab untuk saling memahami beberapa kebiasaan yang berbeda.

Sahabat CyberMQ, 

Kita harus punya iri positif kepada temen-temen kita yang tuna netra ini, sebab beliau-beliau betut-betul meluangkan waktu dari jauh-jauh untuk mensyukuri bulan ramadhan yang penuh berkah ini, dengan mengoptimalkan aktivitas ibadahnya. Bahkan beberapa temen dari luar kota datang berdua, yang satu jarak pandangnya hanya 30 Cm, itupun hanya mata sebelah kiri, yang kanan buta total dan temen satunya buta total dua-duanya. Alhamdulillah, dengan tekat yang kuat, mereka sampai juga ketempat tujuan yang bagi mereka berdua masih sangat asing situasinya.

Berani bercermin ke beberapa sahabat kita yang buta total dan sibuk memperbaiki diri agar tidak buta hati. Ayo ... kita-kita yang tidak buta mata, jangan sampai Ramadhan ini tetap buta hati. Sudah dikasih kemudahan bulan penuh berkah, tapi kita tetap memilih hidup bermasalah. Bagaimana pendapat Sahabat???

Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. Website http://amri.web.id http:/masamri.multiply.com e-mail : amri{at}mq{dot}

 

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa