Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Hidup

Hidup

Kalau kita bertanya dalam diri sendiri, dan juga orang lain, pasti diantara kita semua ingin hidup sukses. Masalahnya adalah keinginan kita untuk sukses itu, banyak diantara kita yang sebenarnya tidak layak menjadi sukses. Jalan sukses itu berliku, terjal, naik, berbelok-belok, memutar, lucu dan unik yang sering sulit dipahami. Tapi jalan itu...

Kamis, 13 Maret 2008

Kalau kita bertanya dalam diri sendiri, dan juga orang lain, pasti diantara kita semua ingin hidup sukses. Masalahnya adalah keinginan kita untuk sukses itu, banyak diantara kita yang sebenarnya tidak layak menjadi sukses. Jalan sukses itu berliku, terjal, naik, berbelok-belok, memutar, lucu dan unik yang sering sulit dipahami. Tapi jalan itu ada dan ada terus, sampai kita meninggal dunia. Bahkan setelah meninggalpun jalan itu juga masih ada, jalan ke Surga dan jalan ke Neraka.

Selama kita masih hidup, jalan itu tetap terbuka untuk semua orang, termasuk saya yang menulis ini dan temen-temen yang sedang membaca tulisan ini. Masalahnya adalah tidak semua diantara kita akan sampai ke finish kehidupan dunia yang menggembirakan ini. Sebab banyak godaan lucu-lucu dan unik sebagai penyebab kita berhenti kemudian menganggap semua kambing adalah hitam. Maksudnya adalah mengkambinghitamkan keadaan. Kasihan memang kambing hitam, selalu disalahkan.

Agar kita tidak menganggap setiap kambing adalah hitan, yaitu hidup selalu mengkambinghitamkan keadaan, marilah kita menikmati setiap episode kehidupan dengan gembira dan terus bergerak agar syaraf-syaraf kehidupan kita tidak layu dan kemudian mati merana meratapi kehidupan.

Ketika kami pergi ke Bali tanggal 28 Maret sampai 2 Maret 2008, ada sebuah kehidupan yang sangat jauh berbeda, tapi dua-duanya tidak mengkambinghitamkan keadaan. Contoh sederhana, ketika tanggal 1 Maret 2008, temen-temen mengajak makan bersama diantara restoran yang ada di Jimbaran, setelah makan, bagian kasir mengeluarkan print out pembayaran dengan angka yang nolnya panjang seperti kereta, maksudnya mahal banget.

Namun setelah pulang dari Jimbaran, ada Bapak-bapak naik motor parkir di salah satu jalan menawarkan makanan nasi bungkus dengan harga hanya Rp. 3.500,- (tiga ribu lima ratus rupiah) dengan lauk sangat mantap surantap, sebab juga ada daging, telur dan sayuran, yang kalau dikonsultasikan kepada dokter gizi, itu sudah sangat gizi banget. Pemilik restoran di jimbaran, bisa menghidupi karyawan dan keluarganya, namun penjual nasi bungkus yang penjualnya merantau dari Banyuwangi juga bisa menghidupi karyawan dan keluarganya dengan hasil yang halal juga.

Begitu juga, ketika tanggal 8 Maret 2008, kami mengadakan perjalanan dengan mengayuh sepeda dari Simpang Dago Bandung menuju Warung Bandrek, kemudian Maribaya, Cikole, dilanjutkan turunan daerah dekat Sukawana dan akhirnya pulang kerumah dengan muka penuh lumpur. Sebab putaran ban sepeda memproduksi lompatan-lompatan lumpur yang mengarah kemuka. Ketika sampai rumah, anak-anak ketawa, sambil mengatakan Bapak mukanya kayak hantu, sebab penuh lumpur.

Selama perjalanan itu, sempat diajak teman-teman makan ditempat yang angka pembayarannya juga agak panjang. Namun ketika di Cikole, kami bertemu ibu-ibu yang menggendong sekeranjang makanan untuk dijual dengan harga yang wajar. Namun yang sangat mengejutkan saya adalah, ibu itu harus berjalan kaki dengan jalan nanjak dan beban barang dipunggungnya. Keunikan itu bertambah, ketika beliau-beliau ini membawa barang itu, rupanya bukan barang milik sendiri, tapi system bagi hasil dengan pemilik barang yang dia ambil dari warung sebelah rumahnya. Pemilik restoran, bisa menghidupi karyawan dan keluarganya, namun ibu-ibu penjual aneka makanan yang barangnya konsinasi dengan warung tetangga rumahnya juga bisa menghidupi keluarga dan anaknya juga sekolah. Bahkan, ketika saya mau shalat dhuhur di Cikole, karena kesulitan alas kaki, beliau dengan tulus meminjamkan sandal lusuh penuh berkah, untuk mengantarkan kaki saya menuju tempat wudhu dan mushola ditengah pepohonan rindang.

Sahabat CyberMQ

Hidup ini adalah indah dengan segala lika-liku yang penuh rasa lucu, maka kita tidak boleh tegang menghadapi hidup yang lucu ini. Menjadikan kehidupan yang berliku penuh kelucuan ini, justru harus mencerahkan kegembiraan yang memupuk jiwa muda penuh produktivitas tanpa banyak menjadi beban.

Berani menghadapi tantangan kehidupan penuh kelucuan-kelucuan ini, agar kita semakin bermanfaat bagi banyak orang !!! Bagaimana pendapat sahabat ???

Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. Website http://amri.web.id e-mail : amri{at}mq{dot}

comments powered by Disqus

Cantik Dalam Pandangan Islam

Wanita tercantik adalah wanita yang memiliki tubuh ramping, pinggang kecil, betis membujur, rambut panjang dan pirang, kulit putih, bibir kecil dan penuh, hidung mancung, dan mata berbinar. Itulah yang ada dalam fikiran wanit

connect with abatasa