Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Bodohologi

Bodohologi

Bodohologi adalah ilmu yang mempelajari tentang optimalisasi kebodohan untuk mencapai kesuksesan hidup. Maksudnya adalah, bagaimana kebodohan-kebodohan yang kita miliki, tidak boleh menghambat keberanian-keberanian kita dalam menghadapi aneka permasalahan kehidupan.

Kamis, 31 Januari 2008

Bodohologi adalah ilmu yang mempelajari tentang optimalisasi kebodohan untuk mencapai kesuksesan hidup. Maksudnya adalah, bagaimana kebodohan-kebodohan yang kita miliki, tidak boleh menghambat keberanian-keberanian kita dalam menghadapi aneka permasalahan kehidupan.

Tulisan ini terinspirasi oleh dua orang sahabat kami, orang pertama sangat pandai dan menguasai berbagai keilmuan dan orang kedua adalah sangat bodoh dan tidak menguasai berbagai keilmuan untuk menghadapi kehidupan, bila dibanding dengan yang pertama.

Sahabat pertama, lulus dari salah satu perguruan tinggi yang sangat terkenal, kemampuan bahasa inggris dan bahasa arabnya sangat luar biasa, bisa mengemudi mobil dan mempunyai harta kekayaan berbentuk sawah warisan dari kedua orang tuanya.

Sahabat kedua, hanya tamat Sekolah Dasar (SD), itupun SD yang sangat tidak terkenal, bahasa inggris hanya mampu mengucapkan "Thanks You" dengan laval ucapan yang sangat tidak jelas, begitu juga bahasa arabnya amburadul, tidak bisa mengemudi mobil, ditambah dengan harta kekayaan dalam bentuk harta hutang. Maksudnya adalah tidak punya harta, sebab orang tuanya banyak hutang ke beberapa warung, karena tidak mampu membeli beras untuk menghidupi keluarganya.

Saya mengenal kedua sahabat ini, lebih dari 10 tahun, sebab mereka berdua adalah tetangga dekat, teman bermain setelah pulang sekolah.

Suatu ketika kedua orang ini, ingin belajar mandiri, karena merasa dirinya sudah mulai menginjak dewasa. Salah satu yang mereka lakukan adalah merantau ke Arab Saudi, dengan harapan pulang bisa membawa beberapa gebok uang yang bisa digunakan untuk masa depannya.

Logika berfikir manual, kita akan menduga bahwa sahabat pertama akan berpenghasilan lebih banyak dibanding dengan sahabat kedua. Namun kenyataan lapangan, justru terbalik. Sahabat pertama, sudah empat kali ke Arab Saudi dengan biaya dari hasil menjual sawah warisannya dan pulang tidak membawa uang sedikitpun, sebab empat kali ke Arab Saudi, semuanya hanya sesaat, yaitu setelah tiga sampai empat bulan pulang. Sedangkan sahabat kedua, hanya sekali pulang, itupun ketika waktu tempuh merantaunya sudah empat tahun, ketika pulang tentu berkelimpahan keuangan yang bisa untuk membayar hutang orang tuanya dan bisa membangun rumah.

Pertanyaanya adalah "Mengapa sahabat pertama gagal beberapa kali merantau?" dan "Mengapa sahabat kedua tidak gagal dan bisa bertahan empat tahun merantau?". Jawabannya sangat sederhana. Sahabat pertama tidak mempelajari ilmu "Bodohologi" dan sahabat kedua mampu mempelajari ilmu "Bodohologi".

Sahabat pertama, dengan aneka kemampuan keilmuan bahasa inggris, bahasa arab dan beberapa keilmuan lainnya. Namun keilmuannya, menjebak prestasinya. Hasil dialog kami, beliau mengatakan "Majikanku kurang bijak", sehingga saya sering bertengkar. Bahkan, saya sering berdebat masalah apa saja dengan bahasa inggris dan bahasa arab. Hasil perdebatan itu, mengarah pertengkaran. Akhirnya kami pulang.

Sahabat kedua, dengan aneka kemiskinan ilmu dan harta, maka dirinya tidak terjebak oleh ilmu dan hartanya, sehingga menjadi prestasi. Kalau majikannyamarah memakai bahasa inggris atau bahasa arab, dirinya tidak pernah tersinggung, karena memang tidak paham maknanya. Dia hanya langsung membetulkan pekerjaan-pekerjaan yang dianggap kurang sempurna oleh majikannya itu.

Sahabat CyberMQ

Sahabat pertama, merasa banyak ilmu dan merasa masih punya harta, sehingga ilmu dan hartanya membelenggu prestasinya. Sedangkan sahabat saya kedua masih banyak kekurangan ilmu dan bahkan minus harta karena orang tuanya banyak hutang untuk beli beras. Dampak positifnya, justru kekurangan yang dia miliki, tidak menjebak prestasinya untuk tetap merantau dan siap menghadapi aneka tantangan ketika merantau, kalau ada kesalahan tinggal diperbaiki, tanpa banyak perdebatan.

Berani menghadapi aneka permasalahan hidup dengan pendekatan ilmu "bodohologi" atau permasalahan hidup semakin membesar karena keilmuan kita menjebak prestasi solusi kita!!!. Bagaimana pendapat sahabat ???

Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. Website http://amri.web.id e-mail : amri{at}mq{dot}

comments powered by Disqus

Rendah Hati, Bukan Rendah Diri

Rendah hati artinya sifat bijak yang melekat pada sesorang, memposisikan dirinya dengan orang lain sama, merasa tidak lebih baik, tidak lebih mahir,tidak lebih pintar, tidak juga lebih mulia.

connect with abatasa