Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Ketika “Allah” Maha Besar

Ketika “Allah” Maha Besar

Sebagai contoh sangat sederhana, Pertama, seseorang bisa dikatakan tinggi bentuk tubuhnya, ketika dibandingkan dengan orang yang sangat pendek bentuk tubuhnya.. Begitu juga sebaliknya, yang tadinya terlihat sangat tinggi, ...

Kamis, 25 Oktober 2007

Hidup itu seperti pembanding, oleh karena itu,marilah kita menjadi orang yang sangat pandai membandingkan. Khususnya, perbandingan yang menyebabkan kita menjadi mudah dalam menghadapi kehidupan.

Sebagai contoh sangat sederhana, Pertama, seseorang bisa dikatakan tinggi bentuk tubuhnya, ketika dibandingkan dengan orang yang sangat pendek bentuk tubuhnya.. Begitu juga sebaliknya, yang tadinya terlihat sangat tinggi, menjadi pendek juga, ketika dibandingkan yang lebih tinggi lagi. Kedua, seseorang yang memunyai uang Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar ruiah) akan terlihat sangat kaya raya, kalau dibandingkan dengan seseorang yang hanya punya uang Rp. 100.000,- (Seratus ribu rupiah). Namun Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh milyar rupiah) menjadi sangat kecil kalau dibandingkan dengan Rp. 10.000.000.000.000,- (Sepuluh trilyun rupiah). Ketiga, seseorang akan terlihat sangat gemuk, bila dibandingkan dengan seseorang yang sangat kurus. Namun, yang tadinya terlihat sangat gemuk, akan menjadi biasa-biasa saja ketika dibandingkan dengan seseorang yang sangat gemuk di dunia ini.

Inilah hidup, kepandaian kita dalam membandingkan akan sangat menentukan kehidupan kita.dalam menghadapi permasalahan kehidupan.

Kemudian timbul pertanyaan dalam diri kita, mengapa hidup ini, selalu terasa banyak masalah, sehingga masalah menjadi terasa sangat besar? Jawabannya tentu sangat sederhana, karena kita salah dalam membandingkan.

Dimana letak kesalahannya? Jawabannya juga sangat sederhana, masalah-masalah yang sangat besar itu, atau kita sendiri yang merasa permasalahan sangat besar, tidak kita bandingkan dengan seseuatu yang maha besar. Apa yang maha besar? Jawabannya adalah ketika “Allah” Maha Besar tertanam dalam hati kita, maka semua permasalahan menjadi sangat kecil.

Jadi wajar sekali kalau Allah berjanji bahwa: Allah akan memberi solusi kehidupan kepada siapa saja yang mempunyai keimanan sangat bagus dalam hatinya, sehingga tertanam dalam bentuk keyakinan hati bahwa Allah Maha Besar.

Sahabat CyberMQ

Jadi rumus hidup menjadi sangat sederhana, kalau ingin hidup penuh masalah, walaupun sebenarnya, masalah yang datang tidak terlalu besar, hanya terlihat dan terasa sangat besar, bukan masalahnya yang besar, hanya pembandingnya yang kurang besar.

Intinya adalah kalau kita ingin tidak banyak masalah bukan tidak mau ada masalah, namanya juga hidup, pasti banyak masalah. Permasalahannya adalah bagaimana masalah dalam kehidupan ini menjadi terselesaikan dengan menyenangkan ketika kita punya keyakinan dalam hati bahwa Allah Maha Besar, agar semua permasalahan menjadi sangat kecil.

Berani menghadapi tantangan untuk bersahabat dengan masalah dengan punya keyakinan yang tertanam dalam hati bahwa Allah Maha Besar!!! Atau hidup sengsara dari detik perdetik, karena merasa selalu datang masalah-masalah sangat besar, karena Allah dalam hati kita tertanam sangat kecil . Bagaimana pendaat sahabat ???

Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. Website http://amri.web.id e-mail : amri{at}mq{dot} co{dot}id

comments powered by Disqus

Ciri-ciri Ahli Ma`rifat

Hati ini diciptakan Allah untuk menjadi tempat kebahagiaan hakiki. Karena itu hati harus selalu dekat dengan Allah. Bila hati sudah terisi dunia, Allah tidak mau mengisinya. Begitu pun cinta kepada manusia,

connect with abatasa