Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Mimpi Berkepanjangan

Mimpi Berkepanjangan

Ada dua kunci pokok dalam mimpi berkepanjangan itu. Pertama, kalau kita mempunyai daya kesabaran yang sangat luar biasa, nanti Allah swt akan memberikan ...

Senin, 13 Agustus 2007

Mimpi berkepanjangan Ada dua kunci pokok dalam mimpi berkepanjangan itu. Pertama, kalau kita mempunyai daya kesabaran yang sangat luar biasa, nanti Allah SWT akan memberikan kepada kita impian-impian yang tidak terduga. Misalnya, kita tidak menyangka kalau perusahaan akan melejit sangat hebat, padahal personilnya belum terdiri dari orang-orang yang sangat hebat dan berpengalaman. Bahkan pendidikkannyapun, biasa-biasa saja.

Kedua, setelah perusahaan sangat maju, seperti impian yang tak pernah terpikirkan dan akhirnya menjadi kenyataan, muncullah personil-personil yang sangat berpengalaman dan professional. Ketika itu, muncul rasa syukur berkepanjangan, sehingga impian-impian yang dianggap tidak mungkin, akan menjadi sangat mungkin menurut pandangan Allah SWT.

Disamping mimpi berkepanjangan yang tidak terduga dan menjadi kenyataan positif, ada fenomena lain yang juga muncul, yaitu mimpi berkepanjangan yang menenggelamkan.

Pertama, kalau kita tidak mempunyai daya kesabaran yang sangat luar biasa, biasanya Allah SWT memberikan impian-impian yang juga tidak terduga. Misalnya, karena kita tidak mempunuai personil yang hebat-hebat di perusahaan kita, akhirnya kita menjadi tidak percaya diri dan juga tidak percaya bahwa Allah SWT sangat Maha Kuasa. Ketika penyakit minder ini muncul terus menerus, maka diri kita, perusahaan kita dengan sendirinya akan mimpi berkepanjangan, yaitu tenggelam.

Kedua, setelah diri kita atau perusahaan kita sangat maju, seperti impian yang tak pernah terpikirkan dan akhirnya menjadi kenyataan, muncullah personil-personil yang sangat berpengalaman dan professional. Ketika itu, muncul rasa syukur yang mulai jatuh, sehingga impian-impian yang diharapkan akan muncul dengan lompatan quantum positif, menjadi terbalik seratus delapan puluh derajat, yaitu perusahaan rontok dan terjatuh secara berkeping-keping. Akhirnya muncul penyakit SDM yaitu Selamatkan Diri Masing-masing.

Sahabat CyberMQ

Kalau kita mau jujur terhadap diri sendiri, begitu juga mau secara jujur melihat perkembangan perusahaan-perusahaan atau negara-negara di dunia ini, rupanya dengan kesabaran yang luar biasa banyak impian-impian berkepanjangan yang selama ini dianggap tidak mungkin menjadi mungkin. Begitu juga dengan rasa syukur yang luar biasa, hal-hal yang dianggap tidak mungkin juga menjadi mungkin.

Permasalahannya adalah impian berkepanjangan yang berdampak positif menjadi hancur lebur, ketika banyak diantara kita hanya pandai bersabar dan tidak pandai bersyukur. Maka, hampir semua kejadian, yaitu terjatuhnya diri, perusahaan maupun negara bukan karena tidak bisa bersabar, namun berkecenderungan karena tidak bisa bersyukur.

Berani hadapi tantangan untuk tetap bersabar dan bersyukur, agar Allah SWT memberikan impian berkepanjangan positif yang menjadi kenyataan!!!. Bagaimana pendapat sahabat ???

Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. Website http://amri.web.id e-mail : amri{at}mq{dot} co{dot}id

comments powered by Disqus

Rendah Hati, Bukan Rendah Diri

Rendah hati artinya sifat bijak yang melekat pada sesorang, memposisikan dirinya dengan orang lain sama, merasa tidak lebih baik, tidak lebih mahir,tidak lebih pintar, tidak juga lebih mulia.

connect with abatasa