Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Inilah hidup

Inilah hidup

Pada hari Rabu 7 Maret 2007, seperti biasa kami berusaha bangun pagi, kemudian mandi pagi dan berangkat shlat subuh ke Masjid Daaru Tauhiid bersama istri, dan kebetulan anak kedua dan ketiga juga ...

Kamis, 08 Maret 2007

Pada hari Rabu 7 Maret 2007, seperti biasa kami berusaha bangun pagi, kemudian mandi pagi dan berangkat shalat subuh ke Masjid Daarut Tauhiid bersama istri, dan kebetulan anak kedua dan ketiga juga ingin ikut. Kemudian setelah shalat subuh, ada pajak dari kedua anak saya yaitu minta dibelikan kue “Bandros”, sebagai hadiah karena shalat subuh di Masjid.

Setelah sampai rumah, biasanya langsung membuka internet untuk mengecek email dan mencari berita, sekaligus mendengarkan TV yang ada di komputer. Kondisi ini, biasanya juga diikuti aktivitas persiapan olah raga bersepeda menuju Lembang. Pukul 08.00 WIB, aktivitas bersepeda sudah selesai dan sudah sampai rumah. Tiba-tiba pukul 08.25 lebih 39 detik, ada sms masuk dari kakak Ipar yang berbunyi:”Ass dik, kamu dimana? Ada pesawat terbakar Wass. Kemudian langsung saya balas:”Kami sekeluarga ada di Bandung, baru pulang sepedahan, dimana terbakarnya? Kemudian, kami mendapat jawaban:”Pesawat Garuda terbakar di Jogjakarta”.

Setiap ada kabar kecelakaan pesawat, memang sering mendapat sms dari temen-temen atau saudara, sebab mereka tahu kalau kami sering bepergian untuk beberapa urusan tertentu menggunakan akomodasi pesawat.

Ketika menerima kabar tentang musibah, apapun nama musibahnya, jadi teringat dengan sabda Rasulullah saw :” Ada tiga hal yang tidak terduga, yaitu jodoh, kematian dan rizki”. Oleh karena itu, tugas kita adalah mempersiapkan diri untuk menjemput jodoh dengan benar, menjemput kematian dengan persiapan yang matang, dan menikmati rizki dengan cara yang halal dan benar. Jadi, tiga hal itu memang sangat misterius.

Prof. Dr. Din Syamsudin selaku pimpinan Muhamadiyah misalnya, sangat bersyukur, sebab pagi Lolos dari Maut karena jatuhnya pesawat Garuda di Jogjakarta. Sorenya harus bersabar dan mengimami shalat Jenazah ibu Mertuanya yang bernama Darnelis binti Thaer yang sangat berjasa mendukung karir dan sekolahnya. Begitu juga beliau mendapatkan pelajaran tambahan yang sangat berharga, yaitu duduk di kursi pesawat garuda nomor 7-D, bersebelahan dengan mantan Rektor UGM Prof Dr Koesnadi, yang akhirnya beliau meninggal dunia.

Beda lagi dengan Anggota Komisi V (bidang perhubungan dan telekomunikasi) DPR Sumaryoto, Allah swt berkehendak lain. Keluarganya terhindar dari musibah setelah memutuskan untuk membatalkan penerbangan dengan pesawat naas itu. Beliau sedih karena melihat banyaknya korban yang jatuh, begitu juga beliau bersyukur karena bersama keluarganya membatalkan rencana semula untuk naik pesawat tersebut,

tiba-tiba rencana itu dibatalkan dan baru akan berangkat hari kamis," Subhanallah: "Apa jadinya kalau saya berangkat hari ini. Itulah saya merasa bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberi keselamatan dan perlindungan," kata Sumaryoto.

Disisi lain ada sekitar 20 penumpang terperangkap di suhu 600 Derajat Celsius, sebab sepuluh menit setelah pintu darurat dibuka pesawat meledak dan badan pesawat dibungkus api dengan temperature 600 derajat Celcius. Para penumpang nahas tersebut ditemukan saling bertumpuk di bagian tengah sedikit ke depan (antara kelas ekonomi dan bisnis. Diperkirakan, mereka terjebak kepanikan dan berusaha keluar, namun Allah swt berkehendak lain.

Pada sisi lain, sahabat saya yang juga sering berolahraga sepeda, terjatuh ringan dari sepeda karena bersentuhan sedikit dengan motor, akhirnya juga meninggal, karena ada pendarahan di otak.

Sahabat CyberMQ

Inilah hidup, memang hidup adalah misteri yang memerlukan rasa syukur dan sabar. Tapi kita tidak usah khawatir dengan semua kejadian itu, yang terpenting bagi kita adalah selalu bersungguh-sungguh dalam setiap aktivitas kehidupan, agar Allah swt ridha dan hidup dalam keberkahan.

Berani hadapi tantangan untuk menghadapi tiga hal yang tidak terduga “Jodoh, kematian, dan rizki” dengan penuh berkeberkahan!!! Bagaimana pendapat sahabat ???

Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. e-mail : amri{at}mq{dot} co{dot}id

comments powered by Disqus

Kisah Seekor Ulat Dengan Nabi Daud A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.

connect with abatasa