Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Jalan-jalan

Jalan-jalan

Seperti biasa, agar stamina fisik tetap terjaga, maka saya berusaha untuk mengayuh sepeda MTB-Mountain Bike keliling kawasan Bandung. Pagi tadi, kami berangkat pukul 06.00 WIB menuju kawasan Cikapundung yaitu kawasan pusat bisnis majalah dan koran diwaktu subuh. Seperti biasa, ...

Jum'at, 12 Januari 2007

Seperti biasa, agar stamina fisik tetap terjaga, maka saya berusaha untuk mengayuh sepeda MTB-Mountain Bike keliling kawasan Bandung. Pagi tadi, kami berangkat pukul 06.00 WIB menuju kawasan Cikapundung yaitu kawasan pusat bisnis majalah dan koran diwaktu subuh. Seperti biasa, kami mendapatkan sekitar 6 majalah bisnis dan manajemen edisi Januari 2007.

Pukul 06.45 WIB, kami melanjutkan perjalanan sendirian, sebab teman yang akan bergabung menbatalkan secara mendadak. Setelah dari Cikapundung yaitu kawasan dekat gedung Asia Afrika, pedal sepeda diayuh menuju Jl. Braga, dan dilanjutkan menuju Jl. Dago, kemudian diteruskan ke kawasan Punclut, tempat jalan-jalan bagi warga Bandung yang ingin menikmati nasi merah.

Setelah sampai di Punclut dan tanpa berhenti, pedal sepeda diayuh menuju Lembang, melalui tanjakan yang menyenangkan, sebab bisa untuk dijadikan ajang mengasah otot kaki. Kemudian kami sampai Lembang pukul 08.45 WIB dan langsung bergabung dengan pesepeda lain dan menikmati makanan yang terkenal dengan nama kue balok. Sambil menikmati kue balok dan teh manis, seperti biasa diantara kita mengadakan obrolan ringan apa saja, termasuk masalah perkembangan ekonomi Indonesia 2007.

Pukul 09.15 WIB beberapa teman mulai persiapan pulang untuk melanjutkan aktivitas masing-masing. Biasanya, kami pulang tidak harus bersamaan, persis seperti ketika berangkat, kita tidak harus bersamaan namun di jalan biasanya saling berjumpa dan saling sapa, akhirnya perjalanan menjadi sama-sama.

Banyak hikmah yang didapat ketika mengayuh sepeda, salah satunya adalah peluang wawasan dan bisnis. Sebab diantara pesepeda itu, ada dokter, dosen, pengacara, pengusaha tekstil, investor, motir mobil, penjual Koran, penjual es Cendol dan lain sebagainya.

Ketika bersepeda itu, kita tidak membicarakan masalah status, namun diantara pesepeda itu saling membutuhkan berbagai hal potensi dan produk yang kebetulan tidak dikuasai. Contoh sederhana adalah, ketika seorang investor perumahan mau syukuran, tetapi ingin unik, tiba-tiba, pedagang cendol itu menawarkan syukuran di kawasan perumahan yang baru dibangun. Alhamdulillah disetujui, dan investor itu memesan beberapa gerobak  cendol.

Bahkan suatu ketika, ada seseorang yang mobilnya rusak, namun dia enggan memperbaiki di bengkel, disamping jauh, dia punya beberapa kali pengalaman yang mengecewakan. Seorang pesepeda menawarkan perbaikan di rumahnya. Alhamdulillah, bengkel berjalan ini, sekarang semakin maju, sebab ada pesepeda lainnya yang juga ingin mobilnya diperbaiki. 

Bahkan ada pengalaman unik, ketika ada salah seorang pesepeda yang mengalami cedera kaki karena terkilir, dipijat oleh salah seorang pesepeda lainnya. Alhamdulillah sembuh, usut punya usut, rupanya beliau ini memang tukang pijat. Sejak saat itu, beliau banyak mendapatkan order memijat, terutama Minggu sore atau malam.

Sahabat cyberMQ

Mungkin sahabat bertanya:”Apakah saya juga mendapat peluang bisnis, disamping peluang sehat”. Dengan jujur, saya katakan ya, saya mendapat banyak peluang bisnis. Kalau sahabat perlu tahu jawabannya, kalau pergi ke Bandung, gabung saja bersepeda. Nambah saudara, dan nambah peluang kebaikan apa saja, termasuk peluang bisnis.

Ingat, banyak orang punya waktu untuk sakit, namun tidak punya waktu untuk berolah raga, aneh khan? Padahal, olah raga, salah satu sarana untuk menjadi sehat. Termasuk olah raga sepeda. Berani hadapi tantangan !!! Bagaimana pendapat sahabat !!!

Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional, MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. e-mail : amri@mq.co.id

comments powered by Disqus

Rendah Hati, Bukan Rendah Diri

Rendah hati artinya sifat bijak yang melekat pada sesorang, memposisikan dirinya dengan orang lain sama, merasa tidak lebih baik, tidak lebih mahir,tidak lebih pintar, tidak juga lebih mulia.

connect with abatasa