Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Lebaran Jauh

Lebaran Jauh

Alhamdulillah, kita semua telah menikmati hari raya Idul Fitri, semoga Allah swt mencerahkan kehidupan kita. Sehingga, apapun permasalahan yang kita hadapi menambah kedewasaan kehidupan kita bersama.

Rabu, 08 November 2006

Alhamdulillah, kita semua telah menikmati hari raya Idul Fitri, semoga Allah swt mencerahkan kehidupan kita. Sehingga, apapun permasalahan yang kita hadapi menambah kedewasaan kehidupan kita bersama.

Setiap lebaran Idul Fitri, alhamdulillah kita semua masih diberi oleh Allah SWT semangat untuk bersilaturahim yang bisa menjalin persahabatan dan saling memaafkan.

Ada kisah yang sangat menarik ketika kita mau silaturahim, yaitu bagi mereka yang kerabatnya dekat tidak terlalu banyak mengeluarkan dana untuk berkunjung langsung. Sedangkan bagi yang kerabatnya sangat jauh, apalagi antar pulau antar provinsi, kalau ingin bersilaturahim langsung memerlukan biaya yang sangat mahal.

Ada dua orang berdialog setelah itikaf sepuluh hari terakhir di masjid Daarut Tauhiid, salah satu dialog yang sangat menarik adalah masalah pulang kampung sebuah keluarga yang orang tua dan mertuanya berdekatan dan sebuah keluarga yang orang tua dan mertuanya sangat berjauhan, yaitu orang tuanya di Jawa Timur dan mertuanya di luar pulau jawa.

Sebuah keluarga yang orang tua dan mertuanya berdekatan mengatakan kepada keluarga yang orang tuanya di Jawa Timur dan mertuanya di luar pulau jawa:”Makanya, kalau nikah jangan jauh-jauh, sebab satu kali pulang sekeluarga memerlukan dana sekitar Rp. 7.500.000,- (Tujuh juta lima ratus ribu rupiah) ”. Enak seperti saya, orang tua dan mertua dekat, satu kali pulang sekeluarga hanya memerlukan dana sekitar Rp. 200.000,- (Dua ratus ribu rupiah).

Tidak salah memang menikah jauh atau dekat, namun pertanyaan selanjutnya yang kami ajukan sebagai pihak ketiga yang mendengar dialog itu adalah:”Apakah yang menikah dekat sekarang punya dana tabungan sekitar Rp. 7.500.000,- (Tujuh juta lima ratus ribu rupiah)?. Dengan tenang, keluarga itu menjawab: “Nggak ada mas Amri”.

Kemudian, sayapun bertanya kepada keluarga yang orang tua dan mertuanya sangat berjauhan dengan pertanyaan:”Apakah Bapak sekarang terlilit hutang sekitar Rp. 7.500.000 (Tujuh juta lima ratus ribu rupiah), karena untuk biaya menjenguk orang tua dan mertua?. Keluarga itu menjawab:”Alhamdulillah, kami tidak mempunyai hutang Rp. 7.500.000,- (Tujuh juta lima ratus ribu rupiah), namun kami tidak mempunyai tabungan Rp. 7.500.000,- (Tujuh juta lima ratus ribu rupiah).

Sahabat CyberMQ

Ada sebuah pencerahan hidup sangat sederhana tetapi menggelitik bagi kehidupan kita, yaitu mereka yang orang tua dan mertuanya berdekatan tidak mengeluarkan dana sekitar Rp. 7.500.000 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) untuk biaya silaturahim dan sekaligus tidak mempunyai hutang sekitar Rp. 7.500.000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dan juga tidak mempunya tabungan sekitar Rp. 7.500.000,- (Tujuh juta lima ratus ribu rupiah). Namun keluarga itu tidak mempunyai pengalaman membawa keluarganya pergi melihat bumi Allah SWT yang begitu luas dan indah itu dengan penduduk yang berbeda-beda.

Intinya, tidak mengoptimalkan fiman Allah SWT yang berbunyi:”Wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.

Sedangkan yang orang tua dan mertuanya saling berjauhan, kalau bersilaturahim memerlukan dana besar yaitu sekitar Rp. 7.500.000,- (Tujuh juta lima ratus ribu rupiah), namun yang sangat menarik adalah keluarga ini juga tidak mempunyai hutang sekitar 7.500.000,- (Tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dan mempunyai pengalaman membawa keluarganya pergi melihat bumi Allah swt yang begitu luas dan indah itu.

Sahabat MQ

 

Kami tidak menyarankan yang sudah berkeluarga dan suami istri berdekatan untuk menceraikan  pasangannya, kemudian mencari pasangan keluarga baru antar pulau antar provinsi. Namun, ini sekedar  masukan penuh tantangan, bagi yang belum berkeluarga, sebaiknya bercita-citalah menikah yang jauh, agar punya pengalaman bepergian jauh minimal pernah naik bus antar pulau antar provinsi. Berani hadapi tantangan, membuat terobosan baru dalam berkeluarga? Bagaimana pendapat sahabat.

Masrukhul Amri:
Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional, MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. e-mail : amri@mq.co.id

comments powered by Disqus

Sembilan Langkah Supaya Anak Mau makan

Bukan itu saja. Ketika disuapi, anak bertingkah macam- macam. Ia lari ke sana ke mari, dan menangis jika dipaksa duduk. Jika pun mau makan, makanan tersebut tak dikunyah segera, tetapi diemut dulu.

connect with abatasa