Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Kang Dudung »Sifat Takabur Dan Buruk Sangka Dalam Diri

Sifat Takabur Dan Buruk Sangka Dalam Diri

Akar permasalahan yang timbul ketika memimpin bisa bermula dari dalam diri kita sendiri. Contohnya ada seorang karyawan atau rekan kerja yang menyinggung hati kita, dan rasanya sangat menyakitkan.

Jum'at, 11 Mei 2012

Ada kalanya kita merasa tersakiti dengan prilaku orang lain. Hal ini sebenamya bisa saja bukan karena dia yang menyakiti, melainkan hati kita dihinggapi sifat sombong dan suudhan.

Akar permasalahan yang timbul ketika memimpin bisa bermula dari dalam diri kita sendiri. Contohnya ada seorang karyawan atau rekan kerja yang menyinggung hati kita, dan rasanya sangat menyakitkan.

Hal ini sebenamya bisa saja bukan karena dia yang bermaksud menyakiti, melainkan hati kita dihinggapi sifat su’udhon (buruk sangka) serta sifat takabbur (merasa diri lebih baik, lebih berkusa, lebih kaya dsb.) sehingga selalu merasa bahwa orang lain harus menghormati dirinya.

Jadi bersikaplah tenang dan jangan makan hati bila ada hal-hal yang membuat hati kita tersinggung. Walaupun kita tersakiti, itu tidak berarti kita lebih baik dari dia yang menyakiti.

comments powered by Disqus

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiiq

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi - radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakekn

connect with abatasa