Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Kang Dudung »Mengkritik Dengan Hati

Mengkritik Dengan Hati

Dikritik adalah bagian ujian kesabaran bagi kita. Sebaliknya, mengkritik adalah pengujian kedewasaan bagi kita dalam menyampaikan ketidaksetujuan kepada orang lain. Mengkritik akan menjadi indah bila disampaikan dengan ....

Jum'at, 20 Desember 2013

Mengkritik akan menjadi indah bila disampaikan dengan fikiran yang jernih, hati yang bersih, cara yang tepat dan dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan.

Dikritik adalah bagian ujian kesabaran bagi kita. Sebaliknya, mengkritik adalah pengujian kedewasaan bagi kita dalam menyampaikan ketidaksetujuan kepada orang lain. Mengkritik akan menjadi indah bila disampaikan dengan fikiran yang jernih, hati yang bersih, cara yang tepat dan dengan semangat membangun.

Bila hati selalu hadir ketika mengritik maka kata-kata yang diucapkannya tidak akan menyakitkan, cara penyampaiannya penuh etika, waktu penyampaiaannya pada saat yang tepat dan suasana penyampaiaannya penuh persaudaraan dan kasih sayang.

Jika kritik disampaikan dengan santun dan yang dikritik selalu menerimanya dengan lapang dada, maka tidak akan ada lagi permusuhan di sekitar kita gara-gara kritikan. Jadilah orang yang senang dikritik, dan sampaikan kritik Anda kepada orang lain dengan kebersihan hati.

comments powered by Disqus

Kisah Seekor Ulat Dengan Nabi Daud A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.

connect with abatasa