Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Kang Dudung »Belajar, Atau Tersingkir?

Belajar, Atau Tersingkir?

"Kita harus ingat bahwa hidup senantiasa berubah, perkembangan zaman semakin lama semakin pesat. Jadi, kita tidak mungkin berhenti belajar, bagaimanapun caranya, dan dari manapun ilmu itu bisa didapat."

Kamis, 17 November 2011

"Kita harus ingat bahwa hidup senantiasa berubah, perkembangan zaman semakin lama semakin pesat. Jadi, kita tidak mungkin berhenti belajar, bagaimanapun caranya, dan dari manapun ilmu itu bisa didapat."

Bukalah lebar-lebar cakrawala pengetahuan kita. Buanglah katup-katup kesombongan diri. Jangan menganggap pendapat orang lain selalu salah dan merasa pendapat diri selalu paling benar. Kebenaran harus terus dicari, jangan merasa sudah cukup dengan apa yang sudah dipahami. Bila merasa cukup dengan ilmu yang ada, dan beranggapan tidak perlu belajar lagi, bersiaplah tersingkir dari percaturan persaingan bisnis. Kita harus ingat bahwa hidup senantiasa berubah, perkembangan zaman semakin lama semakin pesat. Jadi, kita tidak mungkin berhenti belajar, bagaimanapun caranya, dan dari manapun ilmu itu bisa didapat. Kalau perlu, belajarlah dari pesaing kita, tidak perlu ada gengsi untuk mendapatkan ilmu. Teruslah gelorakan semangat belajar pada diri kita. Jadikan setiap kejadian sebagai pelajaran yang berharga.

comments powered by Disqus

Kisah Seekor Ulat Dengan Nabi Daud A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.

connect with abatasa