Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Kang Dudung »Tidak Nyaman Karena Tidak Biasa

Tidak Nyaman Karena Tidak Biasa

Bila kita merasakan betapa tidak nyamannya kita ketika hal-hal baik yang telah menjadi kebiasaan terlewatkan begitu saja, berarti telah ada keterikatan hati dengan pekerjaan tersebut.

Selasa, 19 Februari 2013

Bila kita merasakan betapa tidak nyamannya kita ketika hal-hal baik yang telah menjadi kebiasaan terlewatkan begitu saja, berarti telah ada keterikatan hati dengan pekerjaan tersebut.

Ketidaknyamanan hati ketika tidak mengerjakan suatu yang telah menjadi kebiasaan merupakan wujud keterkaitan hati dengan pekerjaan itu. Berbahagialah bila kita pernah merasakan betapa tidak nyamannya kita ketika hal-hal baik yang telah menjadi kebiasaan jadi terlewatkan begitu saja. Misalnya, kita merasa tidak nyaman terlambat masuk kantor, tidak menunaikan shalat tahajud padahal biasa melakukannya, tidak sempat menolong orang padahal ada kesempatan, tidak tersenyum ketika bertemu dengan orang atau tidak membaca seharian padahal terbiasa dengan membaca, dsb.. Bila kita talah merasakan kenikmatan dalam melakukan hal yang sudah menjadi kebiasaan berarti diri kita telah menyatu dengan kebiasaan tersebut. Maka jangan heran bila hati merasa tidak nyaman ketika tidak melakukannya. Karena ketidaknyaman tersebut cerminan dari rasa kehilangan pada amalantersebut.

 

comments powered by Disqus

Sembilan Langkah Supaya Anak Mau makan

Bukan itu saja. Ketika disuapi, anak bertingkah macam- macam. Ia lari ke sana ke mari, dan menangis jika dipaksa duduk. Jika pun mau makan, makanan tersebut tak dikunyah segera, tetapi diemut dulu.

connect with abatasa