Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Ketaatan Beribadah Seorang Budak

Ketaatan Beribadah Seorang Budak

Dikisahkan, bahwa seorang laki-laki hendak membeli seorang budak. Setelah menemukan budak yang hendak dibelinya, maka budak itu berkata kepada calon tuannya,,,,

Kamis, 02 Agustus 2012

Dikisahkan, bahwa seorang laki-laki hendak membeli seorang budak. Setelah menemukan budak yang hendak dibelinya, maka budak itu berkata kepada calon tuannya, "Saya akan menjadi budak tuan, tapi saya mohon, tuan menyetujui tiga syarat dari saya: Pertama, bila tiba waktu shalat, janganlah tuan menghalangi saya untuk shalat. Kedua, saya hanya melayani tuan pada siang hari, bukan pada malam hari. Ketiga, mohon tuan sediakan satu ruangan khusus untuk saya, dan tidak ada yang boleh masuk ke ruang itu."
Lalu orang yang akan membeli budak itu berkata, "Aku bersedia memenuhi tiga syarat yang engkau ajukan.
Sekarang, silahkan engkau pilih salah satu ruangan yang engkau suka." Maka budak itu memilih sebuah bangunan tua yang hampir roboh." Tuannya merasa heran dan bertanya, "Mengapa engkau memilih bangunan yang sudah rusak dan hampir roboh ini?’’ Sang budak berkata, "Rumah yang hampir roboh, lebih memudahkan seseorang mengingat Allah Swt." Maka, setiap malam, budak itu beribadah, ia mendekatkan diri kepada Allah, bermunajat, menangis dan merendahkan diri di hadapan Allah Swt.
Pada suatu malam, tuan budak tersebut mengadakan sebuah pesta. Banyak tamu yang datang, lalu mereka bersuka ria di halaman rumah tersebut. Di tengah berlangsung pesta, tiba-tiba pandangan mereka tertuju pada kamar sang budak. Mereka melihat ada secercah cahaya terang memancar ke langit dari kamar budak itu. Ternyata, budak itu sedang sedang sujud dan bermunajat kepada Allah Swt.
Dalam sujudnya dia berseru, "Duhai Tuhanku, Engkau mewajibkanku mengabdi kepada majikanku pada siang hari. Karena itu, aku hanya bisa mengabdi kepada-Mu pada malam hari. Ampunilah dosa dan kesalahanku."
Sang tuan tertegun melihat kekhusyukan ibadah budaknya, la mengamati dan mendengarkan suara pengaduan budak itu kepada Allah, hingga terbit fajar. Setelah matahari terbit, cahaya yang memancar dari
ruangan sang budak mulai sirna. Maka, segera sang majikan menemui istrinya dan menceritakan kejadian menakjubkan yang disaksikannya.
Pada malam berikutnya, sang majikan dan istrinya melihat secercah cahaya terarig, yang memancar ke langit dari kamar sang budak. Tampak budak tersebut sedang sujud dan bermunajat kepada Allah Swt.
Tatkala fajar menyingsing, majikan itu memanggil sang budak dan berkata kepadanya, "Kami memerdekakan engkau semata-mata karena Allah, agar engkau bisa beribadah dan mengabdi kepada-Nya, siang dan malam." Kemudian majikan itu menceritakan kepadanya kejadian menakjubkan yang telah mereka saksikan.
Ketika budak itu menyadari bahwa majikannya telah mengetahui keadaannya, maka dia mengangkat kedua tangannya seraya memohon, "Wahai Tuhanku, aku telah memohon kepada-Mu, agar Engkau tidak menyingkapkan rahasiaku dan menampakkan keadaanku. Dan jika Engkau telah menyingkapkannya, maka panggillah aku untuk menghadap-Mu."
Doa budak itupun terkabul. Seketika itu pula ia terjatuh ke tanah, dan meninggal dunia. Wallahu A’lam.

comments powered by Disqus

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiiq

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi - radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakekn

connect with abatasa