Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Menyembunyikan Sedekah

Menyembunyikan Sedekah

hiduplah seorang kakek tua yang terkenal sangat miskin. Semua penduduk heran pada kakek tua itu. Meskipun miskin, si kakek selalu kelihatan segar dan tak pernah kelaparan,

Jum'at, 27 Juli 2012

Di KOTA YAMAN, hiduplah seorang kakek tua yang terkenal sangat miskin. Semua penduduk heran pada kakek tua itu. Meskipun miskin, si kakek selalu kelihatan segar dan tak pernah kelaparan, apalagi meminta-minta seperti orang miskin lainnya. Bahkan, jika ada orang yang akan memberikan sedekah kepadanya, selalu dia tolak. Alasannya karena dia masih cukup kuat bekerja dan mendapatkan upah dari pekeijaannya. Orang lain menganggap si kakek miskin itu sombong karenanya.
Sampai suatu hari, pemimpin Yaman yang mendengar tentang kemiskinan si kakek penasaran ingin bertemu. Pemimpin Yaman itu mengintai rumah si kakek dengan saksama dan mencari tahu kebenaran bahwa kakek itu tidak kelaparan. Pemimpin Yaman merasa khawatir jika si kakek menyembunyikan laparnya karena malu.
Pemimpin Yaman lalu menyamar menjadi seorang pengemis dan mengetuk pintu rumah si kakek.
``Tolonglah aku. Sudah tiga hari aku tidak makan. Aku sangat kelaparan,`` kata pemimpin Yaman yang me¬nyamar menjadi pengemis ketika si kakek membukakan pintu rumahnya.
Raut wajah kakek berubah khawatir dan langsung memapah pengemis masuk ke rumahnya.
``Jangan khawatir. Aku masih memiliki sekerat roti dan segelas susu untukmu,`` ujarnya, lalu meninggalkan si pengemis menuju dapur.
Pengemis yang menyamar itu memerhatikan seisi rumah kakek. Di sana ada banyak sekali kerajinan yang indah. Ketika kakek itu datang, si pengemis bertanya, ``Untuk apa kerajinan -kerajinan indah itu?``
``Itu adalah kerajinan yang kubuat sendiri dan untuk kujual pada siang hari.``
Pengemis kembali bertanya, ``Apakah uangnya cukup untuk hidupmu?``
Kakek menjawab, ``Alhamdulillah, sejauh ini cukup untukku.``
``Tapi, mengapa kau tinggal di gubuk yang reyot ini dan hanya memiliki sekerat roti serta segelas susu?`` ``Bagiku, gubuk ini sudah cukup untukku tinggal seorang diri, nyaman dalam beribadah, dan kebutuhan perutku tidak perlu berlebihan,`` jawab si kakek sambil tersenyum.
``Lantas, ke mana sisa uangmu jika begitu?``
Si kakek menggeleng, ’Tidak perlu kau tahu, kawanku. Bagiku, melihatmu kembali sehat adalah suatu kebanggaan.``
Si pengemis kemudian pamit.
Ternyata, si kakek tua itu adalah seorang pembuat kerajinan yang sangat indah dan sebenarnya dia sangat terkenal karena bakatnya. Namun, orang-orang tidak tahu mengenai hal itu. Si kakek menjual kerajinan pada siang hari dengan menggunakan kerudung yang menutupi wajahnya dan membelanjakan uangnya pada malam hari untuk kaum miskin. Baginya, sudah cukup mengenyangkan perut dengan sekerat roti dan segelas susu setiap harinya. Subhanallahl
Sungguh benar orang yang berkata, ``Jangan heran kalau kau melihat seorang yang bisa jalan di atas air ka¬rena setan juga bisa beijalan di atas air. Janganlah heran kalau kau melihat seorang yang terbang di udara, kare¬na setan juga bisa terbang di udara. Namun, heranlah jika melihat seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, tangan kirinya tidak mengetahuinya karena setan tidak bersedekah (apalagi dengan ikhlas).``

``Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik.
Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan. ``
- QS AL-BAQARAH ayat 271

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa