Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Masuk Neraka Karena Kucing

Masuk Neraka Karena Kucing

Tersebutlah sepasang suami istri yang memiliki dua orang anak. Anak yang pertama bernama Ibrahim dan yang kedua bernama Abu.

Kamis, 19 Juli 2012

Tersebutlah sepasang suami istri yang memiliki dua orang anak. Anak yang pertama bernama Ibrahim dan yang kedua bernama Abu. Suatu hari Ibrahim yang berusia sembilan tahun dan sangat menyukai binatang sedang bermain di halaman rumah. Dia menemukan seekor kucing kampung yang kelaparan. Dia lalu membawanya masuk ke dalam rumah.

”Ibu, bolehkah aku memelihara kucing ini?” tanya Ibrahim kepada ibunda.

Ibunya memandang sekilas dengan pandangan jijik ke kucing. ’’Anakku, kucing itu kotor sekali. Jika kau ingin memelihara kucing, Ibu bisa mengambilkannya di kota. Ada sebuah tempat yang menjual kucing-kucing bersih dan terawat.”

Ibrahim menggeleng. ’’Kasihan kucing ini, Bu. Ku­cing ini sebenarnya bersih. Tapi karena tidak ada yang mengurusnya, dia menjadi sangat kotor dan kurus,” ujar Ibrahim.

Ibunya kemudian menjawab, ’’Berilah dia makan, kemudian lepaskan kembali kucing itu. Biarkan dia bebas.”

”Ibu, aku ingin memeliharanya,” rajuk Ibrahim

’’Bukankah kau masih memiliki binatang yang lain yang lebih bersih daripada kucing itu?”

”Aku beijanji akan membersihkan dan merawatnya. Aku janji, Ibu,” kata Ibrahim memohon.

Sang ibu lalu mengizinkan Ibrahim merawat kucing kampung tersebut. Hanya selang beberapa hari, kucing yang dirawat Ibrahim menjadi bersih dan gemuk. Semua menyukainya, kecuali ibunya.

’’Sejak kucing itu ada di rumah ini, Ibu sering kehi- langan lauk pauk di lemari,” keluh sang ibu.

Ibrahim menatap ibunya, ”Ibu tidak menuduh kucingku yang melakukannya, kan?”

’’Lantas, siapa lagi anakku? Bukankah burungmu tidak menyukai daging dan tidak mungkin burung bisa masuk lemari,” jawab si ibu.

Ibrahim sangat sedih dengan tuduhan ibunya.

”Aku beijanji tidak ada lagi yang akan menghilangkan lauk pauk di lemari Ibu. Jika memang itu perbuatan kucingku, aku akan mengajarinya bersabar ketika lapar hingga aku memberinya makan,” kata Ibrahim.

Hari-hari terus berlalu, sang ibu selalu kehilangan lauk pauk di lemari. Sampai akhirnya, dia ingin membuktikan kepada Ibrahim bahwa tuduhannya benar. Kucing Ibrahim lah yang mencuri.

Hap! Ketika kucing Ibrahim masuk lemari, sang ibu langsung mengatakannya kepada Ibrahim bahwa kucing itu telah tertangkap basah mencuri.

’’Wahai Ibu, maafkanlah kucingku. Dia tentu tidak tahu bahwa perbuatan mencuri itu tidak baik dan membuat Ibu marah. Dia hanya binatang, Bu,” kata Ibrahim ketika ibunya membawa kucing itu keluar dan mengikatnya.

’’Biarkan Ibu memberinya hukuman,” ujar perempuan itu dengan marah tanpa menghiraukan tangisan Ibrahim.

Kucing malang itu diikat dan tidak diberikan makanan hingga berhari-hari. Akibatnya, kucing itu mati karena kelaparan. Perbuatan perempuan itu sungguh kejam sehingga akhirnya Allah memasukkannya dalam golongan orang-orang yang akan menghuni neraka.

’’Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah.

-HR Bukhari

comments powered by Disqus

Tenang Dalam Setiap Sikap

Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang

connect with abatasa