Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Bangun Keberhasilan Bersama

Bangun Keberhasilan Bersama

Berbagilah, karena setiap goresan keberhasilan yang eng- kau buat, ada keberhasilan orang lain di dalamnya.

Senin, 27 Januari 2014

Berbagilah, karena setiap goresan keberhasilan yang eng- kau buat, ada keberhasilan orang lain di dalamnya.

Tampak lebih indah ketika sebuah prestasi yang kita raih dibarengi dengan prestasi orang-orang yang berada di sekitar kita. Anda berhasil mendapatkan apa yang Anda harapkan dan di dalam keberhasilan tersebut tertuang keberhasilan orang-orang yang terlibat bersama Anda. Anda berterima kasih atas jasa mereka dan mereka pun berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan telah dipertemukan dengan Anda. Keberhasilan sebagaimana definisi di ataslah yang dapat mengantarkan kita kepada keberhasilan yang berkesinambungan.

Suatu saat, ketika Anda mengalami berbagai permasalahan dan membutuhkan bantuan dari rekan-rekan kerja Anda, maka mereka akan datang kepada Anda dan menawarkan bantuan untuk penyelesaian masalah yang Anda alami. Mereka akan mengatakan "Kami siap membantu bapak,’

bukan dikarenakan kekuasaan dan otoritas wewenang yang Anda miliki, tapi lebih pada panggilan hati bahwa tidak ada yang sia-sia ketika membantu seseorang yang memedulikan keberhasilan orang lain sebagaimana yang pernah mereka rasakan dari kepedulian Anda.

Bagaimana kita melakukannya? "Libatkan mimpi-mimpi mereka pada program-program keberhasilan kita dan bersamalah dengan mereka untuk membicarakan ide- ide besar demi meraih keberhasilan bersama." Tuhan mengajarkan kita berjamaah bukan untuk membuat kita menjadi penyelesai masalah sendiri-sendiri. Tuhan mengajarkan kita untuk membuat langkah besar bersama dan meraih hasil besar bersama. Ingat!, pertolongan-Nya akan lebih mudah ketika kita berjamaah maka di sanalah letak keberhasilan kita.

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa