Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Bersyukurlah

Bersyukurlah

Bersyukurlah bukan dikarenakan kita dipertemukan oleh orang-orang yang senantiasa mengungkit kelebihan kita tapi bersyukurlah karena Tuhan menghadirkan orang-orang yang berbesar hati.

Minggu, 01 Juli 2012

Bersyukurlah bukan dikarenakan kita dipertemukan oleh orang-orang yang senantiasa mengungkit kelebihan kita tapi bersyukurlah karena Tuhan menghadirkan orang-orang yang berbesar hati untuk mengingatkan segala kekurangan yang ada dalam diri kita."

Yang paling mudah dalam hidup ini adalah mendengar orang lain menilai kebaikan-kebaikan yang ada pada diri kita. Tidak perlu melakukan penolakan terhadap apa yang diucapkan ka­rena kita pun senang mendengar orang lain memuji apa yang kita lakukan. Sedangkan Allah terus mendengar kegembiraan hati yang kita rasakan, secuil kesombongan akan merusak amal yang kita lakukan dan sederet rasa riya akan menghapus rentetan kebaikan yang terukit. Menjadikannya seakan-akan berarti di dunia, tapi tidak sedikit pun berarti memperberat timbangan amal kebaikan kita di akhirat kelak.

Begitu pula ketika kita lupa akan makna dari kelebihan yang diberikan kepada kita. Kemudian dengannya kita terus menerus mengkritik orang lain. Seakan-akan terlupakan bahwa pemain lebih baik daripada penonton, terlibat untuk proses kebaikan lebih baik daripada mengomentari kebaikan itu sendiri. Kembali lagi Allah mendengar secuil kebanggaan yang melenakan dan Allah hapus kelebihan tersebut karena keterlenaan diri kita. Sedangkan nun jauh di sana ada orang-orang yang tersakiti, dan Allah dengan Ke Maha Adilan-Nya mengabulkan doa orang-orang yang tersakiti dikarenakan kritikan-kritikan kita yang tidak pernah membangun. Lalu apa yang harus kita banggakan?

Terkadang di sekian lintasan perjalanan kita, perlu ada termi­nal henti untuk merenungkan kembali apa yang kita lakukan. Sekadar untuk menjaga amal kebaikan agar tidak luntur dika­renakan keterlenaan diri ketika berada di atas, dan kealphaan bahwa nasib manusia akan terus diputar oleh Allah untuk mengetahui hamba-hamba-Nya yang memiliki keimanan le­bih kepada-Nya.

Jika kita memohon kepada-Nya dengan tulus atas penjagaan amal kebaikan kita. Maka Allah pun akan memberi apa yang kita pintakan dengan tulus kepada-NYa.

Allah memberikan hati yang lapang dan tawadhu untuk mengabaikan segala komentar kebaikan namun terus produktif  melakukan kebaikan. Sebagaimana meletakkan dunia bukan di hati sehingga mudah sekali untuk sombong dan riya, tetapi meletakkannya di tangan sehingga memperjelas bahwa segalanya hanyalah titipan dari Allah semata.

Allah bantu diri kita dengan menutup telinga kita dari penilaian khalayak atas kebaikan kita, dijaganya hati kita dari riya dan dihadirkannyalah tantangan untuk menyibukkan kita dan menyelamatkan dari keterlenaan manusia.

Dan Allah pun menghadirkan orang-orang pilihan untuk mengingatkan segala kekurangan kita. Agar hati kita terjaga dari sifat riya yang menggugurkan amalan kebaikan, meng- ajarkan bahwa kita tidak bisa menjadi sempurna karena seki- an kelebihan kita. Dan masih banyak yang perlu kita benahi untuk menjadi lebih baik.

Bersyukurlah ketika kekurangan Anda diingatkan oleh Allah lewat orang-orang pilihan, sebut asma-Nya karena Dia tahu tidak mudah bagi kita untuk melihat kekurangan diri sendiri dan dengan kasih sayang-Nya dia pertemukan diri kita kepada kritikan, saran dan nasihat yang mengajak kita untuk melihat bahwa masih banyak yang perlu dilakukan untuk fmperberat amal timbangnn di akhirat kelnk. Allahu Akbar, Allah Maha Besar. 

comments powered by Disqus

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiiq

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi - radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakekn

connect with abatasa