Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Kekuatan Memberi

Kekuatan Memberi

Pernah suatu saat beberapa mahasiswa mengadu kepadaku. Mereka mengadukan tentang nilai akademiknya yang selalu jatuhnasib satu koma.

Selasa, 26 Juni 2012

Pernah suatu saat beberapa mahasiswa mengadu kepadaku. Mereka mengadukan tentang nilai akademiknya yang selalu jatuhnasib satu koma. Beberapanya seakan putus harapan dan ingin segera pindah jurusan untuk lepas dari ketertakutan DO Universitas.

Aku pun menyuruh mereka mengambil air wudhu, kemudian duduk melingkar seraya memanjatkan tahmid dan shalawat kemudian dilanjutkan dengan membaca dan mentadzaburi ayat Al-Qur`an. Setelahnya kusampaikan kepada mereka ``Dik... mau tahu bagaimana caranya agar bisa menaikkan nilai akademik kita.`` Mereka pun menjawab spontan dengan sumringah.

``Allah akan banyak memberi lebih kepada orang-orang yang senantiasa memberi lebih kepada orang lain.``

Ini hanyalah sebuah untaian motivasi bagi adik-adik semua bahwa banyak dari saudara-saudara kita di luar sana yang senang memberikan ilmunya kepada orang lain maka ilmunya

menjadi terus bertambah karenanya. Ilmu yang diberikan kepada orang lain diganti oleh Allah dengan ilmu-ilmu lainnya yang jauh lebih dari ilmu sebelumnya. Senang memberi ilmu kepada orang lain membuat kemampuan otak, memori, pikiran, bahasa dirangsang untuk senantiasa aktif sehingga dia terasah pula ketika dibutuhkan.

Kebiasaan menggunakan ketika dibutuhkan harus segera diubah dengan membiasakan menggunakan hingga terasah ketika dibutuhkan.

Kemudian jangan lupakan waktu-waktu sepertiga malam karena pada saat itu daya pikiranmu sangat siap untuk menerima segala ilmu. Dan dahulukan Shalat Sunnah sebelum kita belajar, karena belajar butuh hati yang siap dan tenang. Setelahnya datangi saudara-saudaramu yang lain dan sampaikan kepada mereka tentang apa yang kau pelajari tadi. Ingat jika kita menyampaikan ilmu kepada orang lain, insya Allah, kuasa-Nya akan menambahkan ilmu yang lebih kepada kita.

Awal yang indah ketika 10 mahasiswa tersebut mempraktikkan dan menjadi bagian yang indah pula ketika semuanya memelukku setelah pengambilan nilai ujian akhir semes­ter. Alhamdulillah tidak ada nilai satu koma beberapanya berganti dengan nilai dua koma tujuh lima dan beberapanya berganti dengan nilai tiga koma lima.

``Alhamdulillah, lalu apa dik yang menyebabkan nilai kita naik semua...,`` mereka pun menjawab ``Kami jaga sepertiga malam, kami tenangkan hati dengan menegakkan Shalat Sunnah, dan selanjutnya kami datangi saudara kami dengan berkeyakinan bahwa Allah akan memberi lebih kepada orang- orang yang memberikan ilmunya lebih kepada orang lain.``

Alhamdulillah... sambutku seraya menyalami mereka satu per satu... ``Jika kita bersyukur sebutlah hanya nama-Nya... karena-Nyalah kita meraih apa yang kita inginkan.``Pernah suatu saat beberapa mahasiswa mengadu kepadaku. Mereka mengadukan tentang nilai akademiknya yang selalu jatuhnasib satu koma. Beberapanya seakan putus harapan dan ingin segera pindah jurusan untuk lepas dari keter- takutan DO Universitas.

Aku pun menyuruh mereka mengambil air wudhu, kemudian duduk melingkar seraya memanjatkan tahmid dan shalawat kemudian dilanjutkan dengan membaca dan mentadzaburi ayat Al-Qur`an. Setelahnya kusampaikan kepada mereka ``Dik... mau tahu bagaimana caranya agar bisa menaikkan nilai akademik kita.`` Mereka pun menjawab spontan dengan sumringah.

``Allah akan banyak memberi lebih kepada orang-orang yang senantiasa memberi lebih kepada orang lain.``

Ini hanyalah sebuah untaian motivasi bagi adik-adik semua bahwa banyak dari saudara-saudara kita di luar sana yang senang memberikan ilmunya kepada orang lain maka ilmunya

menjadi terus bertambah karenanya. Ilmu yang diberikan kepada orang lain diganti oleh Allah dengan ilmu-ilmu lainnya yang jauh lebih dari ilmu sebelumnya. Senang memberi ilmu kepada orang lain membuat kemampuan otak, memori, pikiran, bahasa dirangsang untuk senantiasa aktif sehingga dia terasah pula ketika dibutuhkan.

Kebiasaan menggunakan ketika dibutuhkan harus segera diubah dengan membiasakan menggunakan hingga terasah ketika dibutuhkan.

Kemudian jangan lupakan waktu-waktu sepertiga malam karena pada saat itu daya pikiranmu sangat siap untuk menerima segala ilmu. Dan dahulukan Shalat Sunnah sebelum kita belajar, karena belajar butuh hati yang siap dan tenang. Setelahnya datangi saudara-saudaramu yang lain dan sampaikan kepada mereka tentang apa yang kau pelajari tadi. Ingat jika kita menyampaikan ilmu kepada orang lain, insya Allah, kuasa-Nya akan menambahkan ilmu yang lebih kepada kita.

Awal yang indah ketika 10 mahasiswa tersebut mempraktikkan dan menjadi bagian yang indah pula ketika semuanya memelukku setelah pengambilan nilai ujian akhir semes­ter. Alhamdulillah tidak ada nilai satu koma beberapanya berganti dengan nilai dua koma tujuh lima dan beberapanya berganti dengan nilai tiga koma lima.

``Alhamdulillah, lalu apa dik yang menyebabkan nilai kita naik semua...,`` mereka pun menjawab ``Kami jaga sepertiga malam, kami tenangkan hati dengan menegakkan Shalat Sunnah, dan selanjutnya kami datangi saudara kami dengan berkeyakinan bahwa Allah akan memberi lebih kepada orang- orang yang memberikan ilmunya lebih kepada orang lain.``

Alhamdulillah... sambutku seraya menyalami mereka satu per satu... ``Jika kita bersyukur sebutlah hanya nama-Nya... karena-Nyalah kita meraih apa yang kita inginkan.``Pernah suatu saat beberapa mahasiswa mengadu kepadaku. Mereka mengadukan tentang nilai akademiknya yang selalu jatuhnasib satu koma. Beberapanya seakan putus harapan dan ingin segera pindah jurusan untuk lepas dari keter- takutan DO Universitas.

Aku pun menyuruh mereka mengambil air wudhu, kemudian duduk melingkar seraya memanjatkan tahmid dan shalawat kemudian dilanjutkan dengan membaca dan mentadzaburi ayat Al-Qur`an. Setelahnya kusampaikan kepada mereka ``Dik... mau tahu bagaimana caranya agar bisa menaikkan nilai akademik kita.`` Mereka pun menjawab spontan dengan sumringah.

``Allah akan banyak memberi lebih kepada orang-orang yang senantiasa memberi lebih kepada orang lain.``

Ini hanyalah sebuah untaian motivasi bagi adik-adik semua bahwa banyak dari saudara-saudara kita di luar sana yang senang memberikan ilmunya kepada orang lain maka ilmunya

menjadi terus bertambah karenanya. Ilmu yang diberikan kepada orang lain diganti oleh Allah dengan ilmu-ilmu lainnya yang jauh lebih dari ilmu sebelumnya. Senang memberi ilmu kepada orang lain membuat kemampuan otak, memori, pikiran, bahasa dirangsang untuk senantiasa aktif sehingga dia terasah pula ketika dibutuhkan.

Kebiasaan menggunakan ketika dibutuhkan harus segera diubah dengan membiasakan menggunakan hingga terasah ketika dibutuhkan.

Kemudian jangan lupakan waktu-waktu sepertiga malam karena pada saat itu daya pikiranmu sangat siap untuk menerima segala ilmu. Dan dahulukan Shalat Sunnah sebelum kita belajar, karena belajar butuh hati yang siap dan tenang. Setelahnya datangi saudara-saudaramu yang lain dan sampaikan kepada mereka tentang apa yang kau pelajari tadi. Ingat jika kita menyampaikan ilmu kepada orang lain, insya Allah, kuasa-Nya akan menambahkan ilmu yang lebih kepada kita.

Awal yang indah ketika 10 mahasiswa tersebut mempraktikkan dan menjadi bagian yang indah pula ketika semuanya memelukku setelah pengambilan nilai ujian akhir semes­ter. Alhamdulillah tidak ada nilai satu koma beberapanya

berganti dengan nilai dua koma tujuh lima dan beberapanya berganti dengan nilai tiga koma lima.

``Alhamdulillah, lalu apa dik yang menyebabkan nilai kita naik semua...,`` mereka pun menjawab ``Kami jaga sepertiga malam, kami tenangkan hati dengan menegakkan Shalat Sunnah, dan selanjutnya kami datangi saudara kami dengan berkeyakinan bahwa Allah akan memberi lebih kepada orang- orang yang memberikan ilmunya lebih kepada orang lain.``

Alhamdulillah... sambutku seraya menyalami mereka satu per satu... ``Jika kita bersyukur sebutlah hanya nama-Nya... karena-Nyalah kita meraih apa yang kita inginkan.``

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa