Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Tidak Mengenal Tanda Titik

Tidak Mengenal Tanda Titik

Hidup tidak mengenal tanda titik, siapa pun yang ingin kembali pada masa lalu dan menghabiskan waktu untuk berlama-lama di dalamnya, maka dia akan tertinggal.

Sabtu, 23 Juni 2012

Hidup tidak mengenal tanda titik, siapa pun yang ingin kembali pada masa lalu dan menghabiskan waktu untuk berlama-lama di dalamnya, maka dia akan tertinggal.

Dia akan terus berlalu searah jarum jam, berputar dan mengganti setiap waktu dan peluang yang ada. Siapa pun dari kita yang gagal memaksimalkan waktunya maka dia hanya menabung kerugian-kerugian dalam celengan bekal masa depannya.

Dan sederet kesalahan yang telah dilakukan tidak akan bisa diulang menjadi sederet kebaikan di masa yang akan datang, sebelum kita berani memaafkan diri kita dan berani menjadikannya guru untuk berhati-hati dalam menata langkah selanjutnya.

Dia pun tidak mengenal kata henti, saat kau putuskan untuk berhenti berbuat maka dia tidak akan pernah berhenti. Saat kau putuskan untuk berbalik arah dia tidak akan pernah berbalik dan saat kau tidak kuasa untuk memutuskan ke mana arah hidupmu, dia tidak akan pernah peduli dan terns melaju menghabiskan masa yang kau lalui tanpa keputusan-keputusan berarti.

Hidup tidak mengenal tanda titik....

Kita hanya diberi pilihan untuk menuliskan setiap jejak dan langkah yang akan dilalui. Belajar memutuskan dengan jaminan kegagalan yang akan menjadi ruas-ruas lintasan untuk menuju keberhasilan atau jaminan satu keberhasilan yangakan menjadi deretan keberhasilan selanjutnya.

Ketika kita tekun dan teguh untuk berjalan pada rel yang telah diberikan maka kita akan menuai hasilnya. Langkah-langkah sederhana namun terus-menerus dilakukan akan berubah menjadi langkah yang luar biasa. Tidak memutuskan untuk berhenti berbuat dan tidak meniatkan untuk berhenti pada satu terminal kecuali terminal henti terbaik yaitu muhasabbah dan tunduk sujud kepada Yang Maha Mengatur segala rencana kehidupan.

Ingin melewatinya dengan sedih adalah pilihan dan ingin melewatinya dengan bahagia adalah pilihan. Ingin memberikan yang terbaik adalah pilihan dan ingin melewatinya dengan biasa-biasa pun kembali lagi menjadi pilihan. Sebelum kita memutuskan....

Ingatlah bahwa hidup tidak mengenal kata titik,

namun dia hanya akan berlalu sebentar....

Jangan cepat-cepat memutuskan untuk berhenti berbuat.

Hingga Kehendak-Nya yang meminta kita untuk berhenti pada terminal yang dikehendaki-Nya.

Semoga dipertemukan dalam peristirahatan yang terbaik di surga-Nya kelak. Amin.

comments powered by Disqus

Sembilan Langkah Supaya Anak Mau makan

Bukan itu saja. Ketika disuapi, anak bertingkah macam- macam. Ia lari ke sana ke mari, dan menangis jika dipaksa duduk. Jika pun mau makan, makanan tersebut tak dikunyah segera, tetapi diemut dulu.

connect with abatasa