Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Satu Tikar Lagi...

Satu Tikar Lagi...

Tak lama, satu pria lain menggelar tikar mengikutinya.... Dan menampung 8 jamaah lainnya. Pria yang masih berdiri di depan pintu satunya pun ikut juga mencari tikar, tak kalah hebat inisiatifnya dengan pria pertama.

Jum'at, 17 Februari 2012

... di satu Jumat, kami melakukan Jumatan di sebuah desa kecil yang terletak di pegunungan Ciwidey. Di pintu masjid penuh sesak, mungkin letaknya karena dekat dengan tempat wudhu yang nggak jauh dari situ. Padahal di masjid itu ada dua pintu. Alhamdulillah, aku dan anakku yang berusia ham­pir 3 tahun bisa duduk dekat pintu satunya. Yang unik, satu jamaah mengambil tikar dan menggelarnya. Luar biasa inisiatif pria muda itu, pikirku. Sehingga jamaah 11 lainnya bisa ikut shalat.

Tak lama, satu pria lain menggelar tikar mengikutinya.... Dan menampung 8 jamaah lainnya. Pria yang masih berdiri di de­pan pintu satunya pun ikut juga mencari tikar, tak kalah hebat inisiatifnya dengan pria pertama. Ia bertanya kepada seorang ibu yang menjaga warung di sebelah masjid, tak lama pria itv membawa beberapa tikar lagi. Mantap! Pikirku, jika bangsa ini memiliki semangat seperti pria-pria muda seperti yang barusan kusaksikan tadi, tentu ekonomi negara tidak seterpuruk seperti ini.

Lamunanku beralih, makanya ya, kenapa Tuhan senantiasa mengingatkan dalam kalamnya yang suci, Al-Quranul Karim kepada manusia untuk selalu berzakat, berzakat, dan berzakat.... Manusia adalah sosok yang tidak luput dengan ketidaksempurnaan. Di dunia ini, manusia masih diberi kesempatan untuk menyempurnakan ikhtiar, menyempurnakan amalan dan menyempurnakan untuk selalu kembali ke jalan Sirath. Infak atau zakat, seperti gelaran tikar yang dapat dimanfaatkan untuk sesama. Memiliki banyak manfaat, meningkatkan kedudukan dan derajat, memfasilitasi manusia untuk tetap ingat bahwa yang diberi dan memberi hanya sebuah roda yang tidak berarti apa-apa’ jikalau tidak dijalankan, tidak akan mencapai sebuah tujuan yang sudah ditetapkan.

Tak lama, azan pun berkumandang. Tanda Shalat Jumat siap didirikan. Setelah Shalat Jumat, kukunjungi jadwal wisata berikutnya, menikmati panorama indah lainnya.... *jwb*

 
Disadur dari buku Tuhan Tidak Tidur, Penulis: Havabe Dita Hijratullail, Jimmy Wahyudi Bharata; Penerbit: PT Elex Media Komputindo

comments powered by Disqus

Tenang Dalam Setiap Sikap

Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang

connect with abatasa