Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Penampilan Yang Menipu

Penampilan Yang Menipu

Pada suatu hari, ada seorang wanita yang sedang menyusui anaknya. Dia duduk di depan rumahnya. Pada saat yang bersamaan, lewat di depan rumah orang tua itu seorang lelaki yang gagah dan tampan. Melihat penampilan lelaki itu,

Senin, 23 Januari 2012

Pada suatu hari, ada seorang wanita yang sedang menyusui anaknya. Dia duduk di depan rumahnya. Pada saat yang bersamaan, lewat di depan rumah orang tua itu seorang lelaki yang gagah dan tampan. Melihat penampilan lelaki itu, spontan wanita itu berdoa, "Ya Allah, jadikan anakku seperti lelaki yang gagah itu!"

Sang jabang bayi yang mendengar doa sang ibu spontan, atas izin Allah bisa bicara. Dia pun berdoa, "Ya Allah, jangan jadikan aku seperti lelaki itu!"

Tak lama berselang datang seorang perempuan yang kumuh. Dia tertangkap dengan tuduhan mencuri dan berzina. Saat itu, wanita itu dihakimi

oleh massa atas tuduhan itu. Melihat hal yang miris itu, wanita itu pun berdoa, "Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti wanita itu!"

Mendengar doa ibunya, maka anaknya pun tak mau kalah. Dan, atas izin Allah, dia menyahut, "Ya Allah, jadikan aku seperti wanita itu!"

Ibunya yang mendengar doa si anak terkejut dan menegurnya. "Tadi, ketika lewat seorang pemuda yang gagah dan tampan aku berdoa agar kau dijadikan seperti dirinya. Lalu, ketika lewat seorang wanita yang dituduh mencuri dan berzina, aku juga berdoa agar kau jangan dijadikan seperti dirinya. Tetapi, engkau malah berdoa sebaliknya," ujar ibu­nya tak habis pikir. "Sebenarnya, apa yang terjadi padamu?"

"Wahai Ibunda, ketahuilah bahwa lelaki yang kita lihat gagah dan tampan itu tak lain hanyalah penampilan luarnya saja. Di balik semua itu, sebe­narnya dia adalah seorang lelaki yang sangat kejam dan bengis," jawab sang bayi. "Sedangkan seorang wanita yang kita sangka sebagai seorang pencuri dan pezina itu, sesungguhnya dia bersih dari perbuatan itu. Setiap ada kejadian yang menimpa dirinya, dia hanya berucap, "Cukuplah Allah saja bagiku!" Pungkas sang bayi.

Demikianlah hikmah dari kisah tersebut. Ja­nganlah kita mudah tertipu oleh sesuatu yang kita lihat dari penampilan luarnya saja.
 
 

Disadur dari buku Taubatnya Seorang Pelacur, Penerbit DIVA Press

comments powered by Disqus

Ciri-ciri Ahli Ma`rifat

Hati ini diciptakan Allah untuk menjadi tempat kebahagiaan hakiki. Karena itu hati harus selalu dekat dengan Allah. Bila hati sudah terisi dunia, Allah tidak mau mengisinya. Begitu pun cinta kepada manusia,

connect with abatasa