Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Pengobatan Dengan Air Liur dan Tanah

Pengobatan Dengan Air Liur dan Tanah

Rasul shallallahu ’alaihi wasallam, diriwayatkan oleh Sayyidatuna Aisyah Ra Ummul Mu’minin, Bahwa ketika Rasul shallallahu’alaihi wasallam mengobati salah seorang Sahabat yang sakit, Beliau shallallahu’alaihi wasallam, ....

Selasa, 27 September 2016

Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, diriwayatkan oleh Sayyidatuna Aisyah Ra Ummul Mu’minin, Bahwa ketika Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam mengobati salah seorang Sahabat yang sakit, Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, bacaan do’anya ini.

"Dengan Nama Allah subhanahu wata’ala, demi tanah bumi kami, demi air liur sebagian dari kami disembuhkanlah yang sakit dari kami dengan izin Tuhan kami".

Di riwayatkan oleh Imam Nawawi Hujjatun Islam wabarakatul anam, di dalam syarah Nawawi ala shahih Muslim, bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dalam membaca do’a ini lalu setelah membacanya beliau menempelkan ibu jarinya ke lidah beliau lalu menempelkannya di Bumi dan di usapkan kepada yang sakit.

Berkata Hujjatun Islam wabarakatul anam Al Imam Nawawi alaihi rahmatullah, juga Al Imam Ibn Hajar Al ‘Asqalan alaihi rahmatullah, bahwa tanah bumi adalah asal muasal manusia, demikian pula air liur, karna asal muasal manusia adalah dari tanah dan air, setiap benda yang ada di alam ini mengandung rahasia keagungan Ilahi.

Perbuatan dalam hadits ini jangan sampai sebagian dari kita memahami bahwa hal seperti itu syirik, benda-benda bisa memberikan manfaat dengan izin Allah subhanahu wata’ala, dan itu di perbuat oleh Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan Allah subhanahu wata’ala menjadikan benda yang di sentuh para shalihin membawa keberkahan, dipakai berdo’a oleh para shalihin membawa keberkahan bukan bendanya tetapi sentuhannya.

Dikatakan oleh Al Imam Ibn Hajar Al ‘Asqalani alaihi rahmatullah, di dalam Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari bahwa sebagian pendapat mengatakan ini khusus untuk tanah Madinatul Munawarah, bukan untuk semua tanah di dunia namun pendapat yang lebih kuat kata beliau adalah semua tanah di dunia karena Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata "biriiqati ba’dhina" yaitu juga berkata "demi air liur sebagian dari kami."

Tidak perlu banyak-banyak cuma menempelkan ibu jari di lidahnya dan menempelkannya di bumi, di usapkan kepada yang sakit ini salah satu cara pengobatan Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan hal ini terbukti seecara kedokteran, Profesor Masaru Emoto, sudah terkenal bukunya, dia menemukan air itu jika orang berdzikir di hadapannya, berbicara dengan ucapan baik, ucapan yang mulia dan luhur air itu jika di lihat pada skala tertentu di mikroskop berubah menjadi indah bentuknya. Jika di hadapannya orang yang marah dan mencaci maki, emosi dan lainnya di liat dari mikroskop dalam sekala tertentu bentuknya menjadi hitam dan buruk.

Hadirin hadirat terbukti dalam kedokteran baru di temukan, hal ini sudah ada 14 abad yang silam di ketahui Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, semakin kita mengikuti sunnah semakin modern kita, semakin kita meninggalkan sunnah semakin kita di dalam ke kunoan atau keterbelakangan, semakin kita mengikuti sunnah semakin kita modern, inilah sunnah Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Rasul sudah mengetahui air liur berubah dengan dzikir.

Demikian lalu di sentuh air liurnya, lalu di tempelkan di bumi lalu di usapkan kepada yang sakit demikian, kalau mau di coba silahkan di coba, oh saya mencoba tapi tidak berhasil, tidak berhasil tetapi tidak mengingkari sunnah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak berhasil ada didalam diri kita kekurangannya, namun tentunya dari pengobatan yang lain tidak ada salahnya kita mencoba pengobatan Sayyidina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. {...}

Sumber Link

comments powered by Disqus

Sembilan Langkah Supaya Anak Mau makan

Bukan itu saja. Ketika disuapi, anak bertingkah macam- macam. Ia lari ke sana ke mari, dan menangis jika dipaksa duduk. Jika pun mau makan, makanan tersebut tak dikunyah segera, tetapi diemut dulu.

connect with abatasa