Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Bisa Hidup Mandiri

Bisa Hidup Mandiri

Suatu hari tanpa sengaja mendengarkan ceramah dari satu ustadz tentang sedekah yang akan mengabulkan semua permohonan. Sejak saat itu, maka kami berdua berniat untuk melakukan sedekah secara rutin. Kami menyisihkan 100 ribu

Jum'at, 19 Desember 2014

Di awal pernikahan, kami masih tinggal di rumah orang tua dan terpikirlah untuk mencoba mandiri. Ketika menceritakan kepada orang tua, kami malah dilarang. Dan suatu hari tanpa sengaja mendengarkan ceramah dari satu ustadz tentang sedekah yang akan mengabulkan semua permohonan. Sejak saat itu, maka kami berdua berniat untuk melakukan sedekah secara rutin. Kami menyisihkan 100 ribu tiap bulan untuk sedekah dengan harapan bisa memiliki rumah sendiri.

Di perjalanan kehidupan kami, tiba-tiba kami harus keluar dari rumah kontrakan, karena rumah tersebut sudah laku dijual. Di saat yang sama, saya terkena PHK karena perusahaan melakukan pengurangan pegawai. Duuh, sedih rasanya. Walau orang tua kembali mengatakan bahwa itu akibat dari kami yang kurang berpikir matang. Akan tetapi kami tetap berkeputusan untuk belajar hidup mandiri. Dan sedekah 100 ribu tetap kami usahakan sambil terus berusaha.

Akhirnya kami terpaksa pindah ke kontrakan yang kurang layak dan itu membuat anak-anak sering sakit. Dan mulai saat itu, kami berhemat dalam segala hal. Bahkan untuk berhemat dalam hal makan, kami hanya makan telur ditambah tepung.

Alhamdulillah melihat kesungguhan kami untuk berupaya hidup mandiri akhirnya hati orang tua kami tergerak. Walau masih marah akhirnya mereka mau mampir ke rumah kami dan menghargai keputusan kami. Duh senangnya hati kami mendapat restu dari orang tua.

Dari sini, kondisi kami mulai membaik, kami mendapat kontrakan lebih layak dan suami mendapat promosi jabatan. Dan sedekah pun ditambah menjadi 200 ribu tiap bulan. Akan tetapi ujian dari Alloh datang kembali. Suami terkena PHK. Kami sungguh bingung saat itu. Akan tetapi alhamdulillah orangtua banyak memberi dukungan. Walaupun dalam keadaan sempit, alhamdulillah sedekah masih bisa berlanjut, dan suami akhirnya mendapat pekerjaan yang baru. Walau gaji tak seberapa sampai kami harus dikejar dept colector karena tagihan motor belum bisa kami bayar, kami mencoba ikhlas.

Lalu cobaan datang kembali, keluarga tetangga yang memiliki rumah kontrakan yang kami pakai memutuskan 8 bulan lagi rumah akan mereka tempati sendiri karena anaknya bekerja di kota ini. Bingung kembali mendera. Bagaimana tidak, kami terusir mendadak ditambah sekarang kami mempunyai dua putra yang masih balita. Akan tetapi lagi-lagi pertolongan Alloh kembali datang tak terduga.

Usaha mesin suami yang sudah lama digeluti mendapat kontrak dari instansi pemerintah sebanyak 4 mesin sekaligus. Alhamdulillah Ya Robbi... keuntungan bersih langsung kami terima saat itu sebesar 200 juta dibayar di muka walaupun mesin belum jadi saat itu.

Bukan bermaksud pamer dengan menyebut jumlahnya, akan tetapi inilah janji Alloh. Dua tahun kami sedekah dengan harapan suatu saat bisa mempunyai rumah dan di saat yang tidak terduga Alloh memberikan kepada kita di waktu yang tepat. Semua hutang bisa kami lunasi bahkan kami membeli sebuah rumah. Alhamdulillah. Sebagai tanda syukur, kini kami menambah jumlah sedekah. Maka jangan ragu untuk sedekah. Sedekah tidak membuat kita miskin, akan tetapi membuat harta kita semakin bertambah. Sungguh Alloh Maha Kaya.

Kisah (Mirna [bukan nama sebenarnya])

Sumber: 33 Kisah Keberkahan Para Pengamal Sedekah, Penulis: Aqilah Selma Amalia


Anda akan menikah? buat website pernikahan anda yang dapat anda gunakan untuk undangan online atau informasi pernikahan anda, Gratis hanya di WebNikah.com.
Atau anda mempunyai bisnis dan usaha dalam layanan wedding seperti wedding organizer, Fotografi, Makeup atau fotografi, Gabung juga sebagai Vendor di Webnikah.com dan promosikan layanan anda. Daftarkan Wedding Service anda di Vendor WebNikah.com

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa