Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Surga Bagi Orang yang Dermawan dan Neraka Bagi Orang yang Kikir

Surga Bagi Orang yang Dermawan dan Neraka Bagi Orang yang Kikir

"Wahai ibu, mengapa engkau berada di dalam jurang ini, padahal ibu dahulu menjadi orang yang taat kepada Allah, di samping itu ayah juga ridha terhadap ibu?" Ibu saya menjawab, "Anakku, ketika di dunia aku adalah orang ...

Jum'at, 10 Oktober 2014

Seorang wanita datang kepada Nabi saw., sedangkan tangan kanannya dalam keadaan lumpuh. Wanita itu berkata kepada Nabi saw., “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Dia menyembuhkan tangan saya yang lumpuh ini.” Maka Nabi saw. bertanya kepadanya, “Apakah yang menyebabkan tanganmu menjadi lumpuh?” Wanita itu menceritakan, “Pada suatu malam saya bermimpi seakan-akan hari kiamat telah tiba, neraka Jahim telah menyala-nyala, dan surga telah tersedia. Pada waktu itu saya mengetahui bahwa ibu saya sedang berada di neraka Jahanam, sedang di tangannya terdapat sepotong kain pembersih, dan di tangan yang satunya lagi terdapat sepotong lemak. Dengan kain dan lemak itu, ibu saya menahan panasnya api neraka. Pada waktu itu pula, saya bertanya kepada ibu saya, “Wahai ibu, mengapa engkau berada di dalam jurang ini, padahal ibu dahulu menjadi orang yang taat kepada Allah, di samping itu ayah juga ridha terhadap ibu?” Ibu saya menjawab, “Anakku, ketika di dunia aku adalah orang yang kikir, dan di sini adalah tempat orang-orang yang kikir.” Saya bertanya kepada ibu, “Apakah artinya lernak dan kain yang ada di tangan ibu?” Ibu saya menjawab, “Keduanya itulah yang pernah aku sedekahkan, dan aku belum pernah bersedekah selama hidup di dunia, kecuali dengan keduanya itu.” Saya bertanya, “Sekarang di manakah ayah?” Ibu saya menjawab, “Ayahmu adalah ahli sedekah dan dermawan, sehingga ia tinggal di tempat orang-orang yang dermawan.”

Kemudian saya datang ke surga, ternyata memang benar, ayah saya sedang berdiri di telagamu ya Rasulullah, dan ayah saya sedang memberi minum orang-orang. Kemudian saya berkata kepada ayah saya, “Wahai ayah, sesungguhnya ibu saya yang juga istrimu adalah orang yang taat kepada Allah, sedangkan engkau juga telah ridha kepadanya, sekarang ini sedang berada di neraka jahanam dalam keadaan terbakar, padahal engkau telah memberi minum orang-orang dari telaga Nabi saw. Oleh karena itu, berilah ibu minuman dari telaga ini.”

Ayah saya menjawab, “Anakku, sesungguhnya Allah swt. telah mengharamkan orang-orang yang kikir dan orang-orang yang berdosa dari telaga Nabi saw.” Kemudian tanpa sepengetahuan ayah saya, saya mengambil air telaga itu satu gelas dan saya berikan kepada ibu saya yang kehausan. Tiba-tiba terdengar suara yang tidak berbentuk, “Semoga Allah melumpuhkan tanganmu, karena kamu telah memberikan minuman kepada orang yang durhaka dan kikir dari telaga Nabi saw.”

Seketika itu juga bangunlah saya dari tidur, dan ternyata tangan saya telah lumpuh seperti ini. Selanjutnya, setelah Nabi saw. mendengarkan cerita wanita tersebut, maka Nabi saw meletakkan tongkatnya di tangan wanita itu seraya berdoa, “Ya Tuhanku, dengan kebenaran mimpi yang diceritakan wanita ini, maka sembuhkanlah tangannya.” Maka tangan wanita itu tiba-tiba sembuh seperti sediakala. [ ]


Disadur dari Kisah Keajaiban Sedekah, Supriyanto Abdullah

comments powered by Disqus

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiiq

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi - radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakekn

connect with abatasa