Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Allah Memberikan Hidayah Berkat Sedekahnya

Allah Memberikan Hidayah Berkat Sedekahnya

Pada saat orang miskin itu sedang berjalan, ia lewat di depan seorang Kristen yang sedang duduk-duduk di hadapan rumahnya. Kepada orang Kristian itu, orang miskin itu minta sedekah, “Demi keagungan dan kebesaran hari ini, ...

Rabu, 16 Juli 2014

Seorang Qadhi yang kaya-raya tinggal di kota Array. Suatu hari, kebetulan pada hari Asyura’, datanglah seorang miskin untuk meminta sedekah kepadanya. Si miskin itu berkata, “Wahai Qadhi, saya adalah seorang miskin yang mempunyai tanggungan keluarga. Demi kehormatan dan kemuliaan hari ini, saya meminta pertolongan kepada engkau, berilah saya sedekah sekadarnya berupa sepuluh keping roti, lima potong daging, dan uang dua dirham.” Qadhi menjawab, “Datanglah setelah shalat zhuhur.”

Setelah shalat zhuhur, orang miskin itu datang untuk memenuhi janjinya. Tetapi Qadhi yang kaya itu tidak menepati janjinya dan menyuruh orang miskin itu datang lagi setelah shalat Ashar. Ketika dia datang setelah waktu yang dijanjikan untuk kedua kalinya, ternyata Qadhi itu tidak memberikan apa-apa. Maka pergilah orang miskin itu dari rumah Qadhi dengan perasaan kecewa.

Pada saat orang miskin itu sedang berjalan, ia lewat di depan seorang Kristen yang sedang duduk-duduk di hadapan rumahnya. Kepada orang Kristian itu, orang miskin itu minta sedekah, “Demi keagungan dan kebesaran hari ini, berilah saya sedekah untuk menafkahi keluarga saya.” Orang Kristen itu bertanya, “Hari apakah sekarang?” “Hari ini hari Asyura,” kata si miskin sambil menerangkan keutamaan dan kisah-kisah hari Asyura’. Rupanya orang Kristen itu sangat tertarik mendengar cerita peminta sedekah sehingga dalam hatinya muncul keinginan untuk memberi sedekah. Orang Kristen itu berkata, Katakan apa keperluanmu kepadaku!”

Peminta sedekah itu berkata, “Saya memerlukan sepuluh potong roti, lima iris daging, dan uang dua dirham saja.” Dengan segera ia memberi peminta sedekah semua keperluan yang dimintanya. Peminta sedekah itu kemudian kembali kepada keluarganya dengan gembira. Adapun Qadhi yang kikir bakhil itu telah bermimpi di dalam tidurnya.

“Angkat kepalamu!” Kata suara dalam mimpinya. Begitu ia mengangkat kepalanya, tiba-tiba di depannya tampak olehnya dua buah bangunan yang indah. Sebuah bangunan terbuat dari batu-bata berlapis emas, dan sebuah lagi terbuat (lari yaqut yang berkilauan warnanya. Ia bertanya, “Ya Tuhan, untuk siapa bangunan yang sangat indah ini?”

Terdengar jawaban, “Semua bangunan ini untuk kamu seandainya saja kamu mau memenuhi hajat peminta sedekah itu. Sekarang bangunan itu dimiliki oleh seorang Kristen.”

Begitu Qadhi itu bangun dari tidurnya, pergilah ia kepada orang Kristen yang dimaksudkan dalam mimpinya. Qadhi bertanya kepada orang Kristen, “Amal apakah yang telah engkau lakukan semalam sehingga engkau mendapat pahala berupa dua buah bangunan yang sangat indah?”

Orang Kristen itu pun menceritakan tentang amal yang telah dilakukannya, yakni ia telah bersedekah kepada fakir miskin yang memerlukannya pada hari Asyura itu. Kata Qadhi, “Juallah amal itu kepadaku dengan harga seratus ribu dirham.” Kata orang Kristen, “Ketahuilah wahai Qadhi, sesungguhnya amal baik yang diterima oleh Allah tidak dapat diperjualbelikan sekalipun dengan harga bumi dan seisinya.”

Kata Qadhi, “Mengapa engkau sangat dermawan, sedangkan engkau bukan seorang Islam?” Pada saat itu juga, orang Kristen itu membuang tanda salibnya dan mengucapkan dua kalimah syahadat serta mengakui kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.

Sumber: Buku 80 Kisah Keajiaban Sedekah, karya: Supriyanto Abdullah

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa