Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Keajaiban Seorang Rasul

Keajaiban Seorang Rasul

Lalu Nabi membuka penutup perut beliau, ternyata di perut beliau ada batu yang diikatkan untuk menahan lapar. Beliaupun bersabda, "Wahai Fathimah! Kalau kamu belum makan selama tiga hari,

Selasa, 01 Juli 2014

Anas bin Malik ra bercerita: Pada suatu hari, Nabi Muhammad Saw mendatangi rumah Fathimah ra. Fathimah pun mengadukan rasa lapar yang dialaminya, "Ayahku! Sudah tiga hari aku tidak merasakan makanan."

Lalu Nabi membuka penutup perut beliau, ternyata di perut beliau ada batu yang diikatkan untuk menahan lapar. Beliaupun bersabda, "Wahai Fathimah! Kalau kamu belum makan selama tiga hari, ayahmu ini sudah empat hari belum makan!"

Lalu Nabi Saw keluar dari rumah Fathimah sambil berkata, "Kasihan Hasan dan Husain kelaparan." Nabi pun terus berjalan sampai akhirnya beliau sampai di sebuah gang kecil di kota Madinah. Lalu beliau bertemu dengan orang Arab pedalaman, sedang orang itu tidak tahu bahwa itu adalah Nabi. Nabi Saw berkata, "Wahai, orang Arab pedalaman! Apakah kamu perlu tenaga untuk membantumu?"

"Ya," jawab orang itu.

"Apa yang harus kulakukan?" tanya Nabi Saw lagi.

"Mengambilkan air dari sumur," jawab orang itu sembari memberikan timbanya kepada Nabi Saw.

Maka Nabi Saw pun menimba air untuk orang itu. Setelah selesai, orang Arab pedalaman itu memberi Nabi Saw tiga butir kurma sebagai upah. Nabi Saw pun memakan kurma tersebut. Sudah delapan kali Nabi Saw menimba air. Ketika beliau hendak menimba yang kesembilan kalinya, tiba-tiba timbanya terlepas, maka beliau pun berdiri diam terpaku. Lalu orang itu marah-marah menghampiri Nabi Saw sambil menampar muka Nabi. Lalu ia memberi delapan belas butir kurma kepada Nabi Saw. Nabi Saw pun menerimanya. Lalu dengan hanya menggunakan tangan, Nabi Saw mengambil timba dari dalam sumur dan melemparkanya ke arah orang peradalam itu, lalu beliau pergi meninggalkannya.

Untuk beberapa saat, orang Arab pedalaman itu berpikir dan membatin, "Ini adalah benar-benar keajaiban seorang Nabi. Ya, Nabi Muhammad."

Kemudian ia mengambil golok dan segera memotong tangan kanannya yang tadi telah digunakan menampar Nabi Saw, lalu ia terjatuh dan tak sadarkan diri. Beberapa saat kemudian, lewatlah serombongan orang, lalu mereka menyiramkan air ke tubuh orang itu, maka ia pun siuman. Lalu ia ditanya, "Apa yang terjadi padamu?"

Ia menjawab, "Aku telah menampar wajah seseorang. Aku tidak menyangka bahwa orang tersebut adalah Muhammad Saw. Aku takut terkena siksa, maka aku memotong tangan yang aku gunakan menamparnya."

Kemudian dengan tangan kirinya, orang Arab pedalaman itu mengambil potongan tangannya, dan ia pun menunju Masjid Nabawi dan berkata, ``Wahai para Sahabat Muhammad, di mana Muhammad?"

Di dalam Masjid itu ada Abu Bakar, Umar dan Usman. Mereka balik bertanya, "Ada apa engkau menanyakanya?"


"Aku ada kepentingan dengan beliau," jawabnya.

Lalu Salman Al-Farisy mendatangi orang itu dan mengajaknya ke rumah Fathimah. Sementara Nabi sendiri setelah menerima kurma darinya, beliau langsung menuju rumah Fathimah. Beliau kemudian memangku Hasan di sebelah kanan dan Husain di sebelah kiri. Nabi menyuapi Hasan dan Husain dengan kurma yang beliau dapat dari orang pedalaman tersebut. Setelah sampai di rumah Fathimah, orang Arab pedalam itu memanggil Nabi Saw, ``Hai Muhammad!"

Nabi Saw berkata kepada Fathimah, "Lihatlah siapa yang datang?"

Fathimah lalu melihat dari pintu, dan didapatinya ada seorang Arab pedalaman di luar. Dia masih memegangi potongan tangannya yang masih meneteskan darah segar. Fathimah kembali lagi pada Nabi dan menceritakan apa yang dia lihat.

Nabi Saw pun keluar. Ketika beliau telah keluar, maka berkatalah orang itu, "Hai, Muhammad! Maafkanlah aku, karena sesungguhnya aku tidak mengenalimu."

Lalu Nabi Saw bertanya, "Mengapa kamu memotong tanganmu?"

Orang itu menjawab, "Tidak pantas bagiku membiarkan tangan yang telah menampar wajahmu."

Nabi berkata lagi, "Masuklah Islam, maka kamu akan selamat!"

Orang itu berkata, "Wahai, Muhammad! Kalau kamu memang seorang Nabi, maka kembalikanlah tanganku seperti semula!"

Lalu Nabi mengambil tangan tersebut dan meletakkan pada tempatnya semula, melekatkanya, mengusapnya, meludahinya dengan menyebut asma Allah, maka tersambunglah kembali tangan orang Arab pedalaman itu atas izin Allah. Kemudian orang itu pun masuk Islam.[]

Sumber: Jangan Bersedih! 150 cerita Hikmah Penyejuk Hati, Penulis: Mohammad A. Syuropati

comments powered by Disqus

Kumpulan Hadits tentang Keluarga

Lelaki tua itu menjawab: "Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa orang ammati (saudara ayahnya)

connect with abatasa