Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Jadilah Manusia Pilihan Allah SWT !

Jadilah Manusia Pilihan Allah SWT !

Alkisah, suatu hari Dzun Nun al-Mishri memasuki Masjidil Haram, lalu ia melihat seorang lelaki terlentang di bawah salah satu tiang masjid dalam keadaan telanjang sambil berzikir kepada Allah dengan hati yang sedih. . . . . .

Senin, 20 Januari 2014

Alkisah, suatu hari Dzun Nun al-Mishri memasuki Masjidil Haram, lalu ia melihat seorang lelaki terlentang di bawah salah satu tiang masjid dalam keadaan telanjang sambil berzikir kepada Allah dengan hati yang sedih. Ia pun mendekati orang itu dan mengucapkan salam kepadanya, lalu Dzun Nun bertanya, "Siapakah engkau?"

Dia menjawab, "Aku seorang pengembara." Dzun Nun bertanya lagi, "Siapa namamu?"
Dia menjawab. "Aku adalah orang yang dicari oleh seseorang yang aku lari darinya."
Dzun Nun, "Apa maksud perkataanmu ini?"

Ia menjawab dengan menangis, sehingga Dzun Nun pun ikut menangis karena tangisannya. Ia terus menangis hingga akhirnya ia meninggal dunia saat itu juga. Dzun Nun menggunakan kainku untuk menutupinya, lalu Dzun Nun pergi untuk mencari kain kafan. Ketika ia kembali, ternyata orang itu,

sudah tidak ada. Dzun Nun pun berkata, "Subhaanallaah, siapa orang yang telah mendahuluiku?/l
Selang beberapa hari sejak kejadian itu, tiba-tiba ada suara qaib yang berkata, "Wahai, Dzun Nuni Orang ini adaiah orang dicari setan di dunia, tetapi setan tidak menemukannya. Ia orang yang dicari Malaikat penjaga neraka, tetapi malaikat penjaga neraka pun tidak menemukanya. Ia orang yang dicari malaikat IZidwan penjaga surga, tetapi Ridwan pun tidak menemukanya."

Dzun Nun bertanya, "Lalu berada di mana ia sekarang)" "Ia sekarang berada di samping Raja Yang Mahakuasa," Jawab suara tersebut.

Oleh karena itu, dikatakan bahwa dalam beribadah, manusia Itu terbagi tiga tingkatan: Rubbeni, Hayawani, dan Rabbam. Ruhbani adalah orang yang beribadah kepada Allah karena takut, Hayawani adalah orang yang beribadah kepada Allah karena Illengharapkan Rahmat dan ampunan Allah, sedangkan Rabbani ddalah orang yang beribadah kepada Allah, sedangkan ia tidak menqenal dunia, tidak mengenal akhirat, tidak mengenal neraka, udak mengenal surga, juga tidak mengenai jiwa dan raga.

Pada hari kiamat, ketika dibangkitkan dari kubur, maka (Iikatakan kepada golongan pertama, "Kamu telah selamat dari .ipi neraka." Kepada golongan kedua dikatakan, "Masuklah kamu ke surga!" Kepada golongan ketiga dikatakan, "Ini adalah yang kamu sukai, yang kamu cari, dan yang kamu inginkan. Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, tidaklah Aku Ciptakan surga kecuali IIntuk orang sepertimu."[]

comments powered by Disqus

Kisah Seekor Ulat Dengan Nabi Daud A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.

connect with abatasa