Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Rizki Yang Menenteramkan Hati

Rizki Yang Menenteramkan Hati

Kehidupan selama berumah tangga selalu saja menghadapi masalah. Diawal pernikahan dengan pekerjaan yang tetap gaji cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sementara istri juga bekerja.

Jum'at, 17 Januari 2014

Kehidupan selama berumah tangga selalu saja menghadapi masalah. Diawal pernikahan dengan pekerjaan yang tetap gaji cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sementara istri juga bekerja. Guncangan hebat itu terjadi, ia kehilangan pekerjaan justru disaat istrinya tengah mengandung. Sampai istri juga harus berhenti bekerja ditengah hamil tua. Ditengah himpitan hidup yang begitu menekan kuat, ia mencoba untuk merintis usaha. Sekalipun omzetnya tidak besar sudah mendapatkan order. Setelah beberapa bulan usahanya berjalan namun yang dirasakan penghasilannya tidak berkah, selalu habis begitu saja. Sang istri mengingatkan agar tidak terlalu mencintai dunia sehingga melupakan ibadah sholat dan shodaqoh. Peringatan istri membuat hatinya bergetar, membuat bulu kuduknya merinding, teringat hampir saja dirinya tertipu, nyaris usahanya gulung tikar. "Astaghfirullah al adzim" tuturnya lirih.

Dengan tekadnya yang mantap, bersama istri mengunjungi Rumah Amalia, ia dan istri untuk berbagi sebagai rasa cinta dan meraih keridhaan Allah. Sesampai di rumah istrinya tersenyum dan mengatakan, "Makasih ya Mas, aku bahagia Mas sudah mau menjalankan sholat dan menunaikan shodaqoh," Wajah istrinya terlihat bahagia, ia merakasan ketenangan yang luar biasa dalam kepasrahan. Sejak itu ia berjanji bahwa hidupnya tidak akan pernah menyia-nyiakan istri dan anak-anaknya serta hidup lebih berguna bagi orang lain. Ditengah kebahagiaan itu terdengar dering hapenya. Suara diujung hapenya mengabarkan penawaran diterima bahkan barang yang belum dikirim, biaya transaksi pembelian sudah ditransfer, dengan spontan ia bersama istrinya sujud syukur kepada Allah.

Dari kehilangan pekerjaan, usahanya yang hampir gulung tikar, istrinya jatuh sakit hampir saja membuat dirinya terpuruk dan kini telah menemukan jalan kebahagiaan bersama istri dan anak-anaknya. "Saya dulu, hidup terlalu mengejar dunia. Apapun rizki yang saya terima tidak pernah disyukuri sehingga rizki itu menjadi tidak berkah. Tidak pernah sholat, apa lagi bershodaqoh yang saya anggap hanyalah perbuatan sia-sia." ucapnya. "Sekarang, Masya Allah..saya menemukan keberkahan pada rizki yang saya terima. Sekalipun penghasilan banyak dan pengeluaran juga banyak tapi anak-anak saya sehat, istrinya makin sayang ama suami dan anak-anak dan yang paling penting membuat kami sekeluarga semakin dengan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala." Itulah kebahagiaan yang dirasakan olehnya pengasilan yang berkah dan keluarga bahagia.

Sumber :

comments powered by Disqus

Rendah Hati, Bukan Rendah Diri

Rendah hati artinya sifat bijak yang melekat pada sesorang, memposisikan dirinya dengan orang lain sama, merasa tidak lebih baik, tidak lebih mahir,tidak lebih pintar, tidak juga lebih mulia.

connect with abatasa