Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Perampok yang Membawa Kebaikan

Perampok yang Membawa Kebaikan

Pada suatu malam, sekelompok prampok tengah keluar bermanksud menghalang kafilah dengan barang dagangannya. Akan tetapi, malam itu ternyata kafilah tidak juga lewat.

Selasa, 17 Desember 2013

Pada suatu malam, sekelompok prampok tengah keluar bermanksud menghalang kafilah dengan barang dagangannya. Akan tetapi, malam itu ternyata kafilah tidak juga lewat.

Maka, para prampok itu pun mencari tempat untuk bermalam dan mereka menemukan sebutah rumah terpencil dari desa terdekat.

Salah satu dari mereka pun mengetuk pintu dan berkata kepada penghuninya, "Kami adalah tentara muslim yang kemalaman. Jika diperbolehkan, kami akan menginap di sini dalam beberapa hari."
Maka, penghuninya oun mempersilahkan mereka serta melayani mereka dengan senang hati.

Ia berfikir bahwa yang ia layani adalah tentara - tentara Allah SWT. Penghuninya puntak henti berdoa kepada Allah SWT agar diberi keberkahan karena ia telah membantu tentara Allah SWT.

Penghuni rumah ini mempunyai seorang anak laki-laki yang lumpuh. Maka, pada suatu saat, ketika mereka melayani para perampok tadi dengan menyediakan makanan, mereka mengambil sisa makanan dan minuman para perampok tersebut dan memberikannya kepada anak mereka yang lumpuh. Kenapa? Ia melakukan itu dengan maksud agar ia mendapat berkah dari para tentara Allah SWT yang tak lain adalah perampok itu.

Kemudian mereka mengusap kaki anak mereka dengan sisa minuman para perampok tersebut. Keajaiban pun terjadi. Pada pagi harinya, anak tersebut telah sembuh dari lumpuh yang di deritanya. Kini ia dapat berjalan dengan normal.

Sedangkan pada saat itu. Para perampok tengah melaksanakan rencana mereka. Ketika sore harinya para perampok itu kembali ke rumah itu, mereka melihat anak lumpuh itu kini telah berjalan menyambutnya.

Kemudian, mereka pun bertanya kepada orang tuanya. "Benarkah anak ini adalah anak yang kemarin lumpuh .?"
Penghuni rumah itu pun menjawab, "ya benar. Ini semua karena aku mengambil sisa muniman kalian dan mengusapkannya ke kaki anak kami agar anak kami mendapat berkah dari para tentara Allah SWT seperti kalian. Dan, tidak sia- sia Allah SWT telah menjawab doa kami."

Maka para perampok itu pun menangis dan berkata, "Wahai ibu, ketahuilah, kami bukanlah tentara muslim. Tapi kami adalah perampok para kafilah yang lewat. Allah SWT telah memberi kesembuhan kepada anak ibu bukan karena kamui tetapi karena kebaikan niat dan prasangka ibu,"
Maka mereka pun bertobat dan menjadi pasukan muslim hingga akhir hayat mereka.[]

Hikmah : Allah SWT Berfirman melalui qudsi, " Aku seperti Prasangka Hamba-Ku" Artinya jika seorang misalkan menyangkal bahwa Allah SWT tidak bisa melimpahkan rezeki maka Allah SWT pun akan membiarkan orang itu tertimpa kemiskinan atau kesusahan terus-menerus. Jika kita menyangka dan optimis dalam berdoa bahwa Allah SWT lapang rahmat-Nya maka Allah SWT pun akan melapangkan untuk kita, begitu pula ketika kita bersangka baik kepada makhluk Allah SWT lainnya.

Sumber :
Sumber

comments powered by Disqus

Rendah Hati, Bukan Rendah Diri

Rendah hati artinya sifat bijak yang melekat pada sesorang, memposisikan dirinya dengan orang lain sama, merasa tidak lebih baik, tidak lebih mahir,tidak lebih pintar, tidak juga lebih mulia.

connect with abatasa