Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Husnul Khotimah Bagi yang Istiqomah

Husnul Khotimah Bagi yang Istiqomah

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda, "Tujuh orang yang Allah naungi pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah, .... Dan Nabi menyebutkan, .... Seorang pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepa

Jum'at, 31 Mei 2013

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda,
"Tujuh orang yang Allah naungi pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah, .... Dan Nabi menyebutkan, .... Seorang pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Anas bin Nadhar berkata pada hari Uhud,
"Ooo... bau surga, sungguh aku mencium bau surga dari balik gunung Uhud."

Kisah ini diceritakan oleh seorang dokter sebagai berikut.
Aku mendapat telepon dari rumah sakit. Mereka memberitahukan keadaan darurat di dalam ambulan. Kala aku tiba di rumah sakit, di sana terdapat seorang pemuda yang sudah meninggal. Akan tetapi, apa keistimewaan kematiannya? Setiap hari ada ribuan, bahkan jutaan orang meninggal, namun apa dan bagaimana mereka meninggal dan seperti apa akhir hidup mereka?

Pemuda ini terkena peluru nyasar. Kedua orang tuanya segera membawanya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada keduanya hendak berbicara. Tapi, apa yang dia katakan? Apakah dia mengerang dan meringis? Atau "Segera bawa aku ke rumah sakit?" Atau dia marah dan mengadu? Atau apa?

Menurut cerita kedua orang tuanya, yang dia katakan adalah, "Jangan khawatir. Aku pasti mati. Tenangkan hati kalian. Sesungguhnya aku mencium bau surga." Bukan sekali ini saja, bahkan dia mengulangi kalimat yang penuh keimanan ini di hadapan para dokter di dalam ambulan. Ketika mereka berulang kali mencoba menolongnya, dia malah berkata, "Saudara, aku sudah mati. Kalian jangan melelahkan diri. Aku sudah memcium bau surga.

Kemudian dia meminta keduan orang tuanya mendekat. Lalu dia mencium kening keduanya, meminta maaf dan mengirimkan salam buat saudara-daudaranya, kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat, "Asyahadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah." (Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhammad adalah utusan Allah). Kemudian dia menyerahkan ruhnya kepada penciptanya, Allah swt.

Allahu Akbar!!!
Apa komentarku? Dan, apa kataku? Aku merasa kata-kataku tertahan di mulut dan pena bergetar di tanganku. Aku hanya mampu mengulang-ulang firman Allah,

"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat...." (Ibrahim [14]: 27)

Tidak ada komentar.
Kemudian mereka mengambil jenazahnya untuk dimandikan. Dia dimandikan oleh Saudara Dhiya’uddin, tukang memandikan jenazah di rumah sakit. Saudaraku ini juga merasa aneh, sebagaimana yang dia ceritakan setelah shalat maghrib hari itu juga.

Pertama, Dhiya’ melihat keningnya meneteskan keringat. Sesuai dengan sabda Nabi saw.
"Sesungguhnya seorang beriman itu meninggal dengan keringat di kening."

Kedua, kedua tangannya lentur dan begitu juga sendi-sendinya. Seakan-akan dia belum meniggal dan tubuhnya masih hangat. Aku belum pernah menyaksikan kejadian seperti ini pada orang mati yang aku mandikan. Biasanya orang yang meninggal itu tubuhnya dingin, kaku, dan kering.

Ketiga, telapak kanannya seperti pada posisi tasyahhud, telunjuknya mengisyaratkan tauhid dan syahadah, sedangkan empat jari sisanya itu tergenggam. Subhanallah.

Betapa indah akhir hidupnya. Kita memohon kepada Allah semoga kita bisa husnul khatimah.
Kisah ini belum berakhir....
Dhiya’ bertanya kepada orang tuanya tentang amal putranya dan apa yang dia perbuat?

Apakah kamu tahu apa jawabannya?
Apakah dia menghabiskan malamnya di jalanan? Atau duduk di depan televisi menyaksikan hal haram? Atau dia terlelap tidur? Atau meneguk minuman keras?

Apa yang dia perbuat sehingga dia bisa mencapai husnul khatimah ini? Saya yakin para pembaca juga ingin mati khusnul khatimah dan mencium aroma surga.

Ayahnya menjawab, "Dia biasanya bangun malam, melaksanakan shalat sunnah dan membangunkan anggota rumah untuk melaksanakan shalat berjamaah. Dia selalu menjaga hafalan Al-Qur’an dan dia juga termasuk siswa yang berprestasi dalam studi di jenjang menengah atas."

Mahabenar Allah,
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah ‘kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.’ Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa ygkamu minta. Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." (Fushshilat [41]: 30-32)

Sumber:
Kisah-kisah Penggugah Jiwa.
oleh Abdurrahman Bakar

comments powered by Disqus

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiiq

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi - radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakekn

connect with abatasa