Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Berhala yang Mengabarkan Islam

Berhala yang Mengabarkan Islam

Ali bin Abi Thalib menuturkan pada masa-masa awai Islam, ketika kami sedang duduk dalam suatu majelis Rasulullah saw., tiba-tiba datang seorang lelaki mengendarai onta. Lelaki itu tampak habis melakukan perjalanan jauh karen

Rabu, 13 Februari 2013

Ali bin Abi Thalib menuturkan; pada masa-masa awai Islam, ketika kami sedang duduk dalam suatu majelis Rasulullah saw., tiba-tiba datang seorang lelaki mengendarai onta. Lelaki itu tampak habis melakukan perjalanan jauh karena terlihat kelelahan. Lelaki itu berkata, "Di antara kalian mana yang bernama Muhammad?"

Maka kami menunjuk ke arah Rasulullah saw..
Lelaki itu kembali berkata, "Wahai Muhammad, sebaiknya engkau yang menjelaskan tentang apa-apa yang diperintahkan Tuhan padamu, atau aku yang menjelaskan padamu tentang apa-apa yang diperintahkan berhalaku?"

Rasulullah menjawab, "Aku yang akan menjelaskan padamu tentang apa saja yang diperintahkan Tuhanku."
Kemudian Rasulullah menjelaskan tentang Islam kepada lelaki itu. Salah satu diantara penjelasan itu menyebutkan bahwa Islam dibangun atas lima perkara, dengan syarat-syaratnya.

Setelah penjelasan dari Rasulullah selesai, lelaki itu berkata, "Wahai Muhammad, aku adalah Ghasan bin Malik Al Amiri. Suku kami memiliki berhala yang disembelihkan qurban setiap bulan Rajab. Pada suatu hari, salah seorang di antara kami yang bernama Asham hendak menyembelih qurban di depan berhala itu. Ketika Asham mengangkat tangannya siap-siap untuk me¬nyembelih, tiba-tiba terdengar suara dari dalam perut berhala itu, wahai Asham, Islam telah datang, dan menyembah berhala adalah sesat Wahai Asham, pertumpahan darah telah dilarang, dan persaudaraan telah terjalin, dan kebenaran serta Islam telah tampak.’

Mendengar suara itu Asham sangat senang, kemudian Keluar memberitahukan kejadian itu pada para penduduk. Hingga sampailah pada kami kabar tentangmu, ya Rasulullah, selang beberapa hari, seorang di antara kami yang bernama Tariq hendak menyembelih qurban di depan berhala tersebut. Ketika Tariq siap menyembelihnya, tiba-tiba terdengar seruan, "Wahai Tariq, telah datang seorang nabi membawa wahyu yang masuk akal dari Dzat Yang Mahamulia (Allah).’ Maka Tariq segera keluar dan berteriak-teriak di depan orang banyak, menceritakan kejadian tersebut. Sehingga makin kuatlh kabar tentangmu di antara kami, ya Rasulullah. Akibat- nya diantara kami ada yang membenarkan dan ada pula yang mendustakan.

Selang tiga hari dari kejadian yang dialami Tariq, aku pun ’endak berqurban di hadapan berhala itu. Ketika aku telah siap, tiba-tiba terdengar seruan yang sangat keras dari dalam perut berhala itu, Wahai Ghaisan bin Malik Al Amiri, telah datang seorang nabi dari Bani Hasyim di Mekkah. Orang-orang yang membenarkan dan menolongnya akan selamat, sedang orang- orang yang mendustakan dan menghinanya akan menyesal. Dia¬lah Nabi yang menunjukkan dan menyeru kepada kebenaran, hingga hari kiamat kelak.’ Kemudian berhala itu tersungkur jatuh dan wajahnya tertelungkap di tanah.

Mendengar cerita Ghasan, serta merta Rasulullah saw. membaca takbir. Begitu juga Ghasan. Ghasan juga berkata, "ya Rasulullah, sesungguhnya aku ingin membacakan tiga bait syair jika kau izinkan."
Rasulullah saw. memberinya izin.
Ghaisan segera berkata, "Bersegera akubetjalan dalampencarian, dengan mudah dan susah di negeri berpasir, agar aku menolong sebaik-baik insan, dan kutautkan taliku dengan talimu, aku bersaksi sungguh Allah adalah D%at Yang Maha Benar dan Tunggal, dan kupeluk agama-Nya bagai kakiku dalam sandal. "

Ali menuturkan pula, "Orang pertama yang masuk Islam adalah Khadijah, kemudian Abu Bakar . Ash Shidiq, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, Qamariah Al Jariyah, Hamzah, Utsman, Zuhair, Abu Ubadah bin Jarrah, Thalhah, dan Zubair. Mereka masuk Islam secara sembunyi-sembunyi."

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa