Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Balasan Orang yang Dizalimi

Balasan Orang yang Dizalimi

Diriwayatkan dari Ikrimah, Bahwa Rasulullah saw. sersabda; "Ketika hari kiamat datang Allah menutupi antara hamba yang satu dengan lainnya. Kemudian Allah memberikan catatan amal kebaikan hamba tersebut.

Kamis, 13 Desember 2012

Diriwayatkan dari Ikrimah, Bahwa Rasulullah saw. sersabda; "Ketika hari kiamat datang Allah menutupi antara hamba yang satu dengan lainnya. Kemudian Allah memberikan catatan amal kebaikan hamba tersebut. Si hamba pun membacanya. Kemudian Allah bertanya, `Apa yang kau lihat?’
Hamba itu menjawab, `saya melihat kebaikan yang sangat banyak’
Allah bertanya, `adakah kebaikanmu itu dikurangi?’
`Tidak.’
Kemudian Allah memberikan catatan kejelekan hamba tersebut. Hamba itu menerimanya lalau membacanya. Allah lalu bertanya, `apa yang kau lihat?’
`Saya melihat kejelekan yang sangat banyak.’
`Apakah kau mengetahui kejelekan itu?’
Sihamba menjawab, `iya’
`apakah kejelekan - kejelekanmu itu ditambahi?’
Si hamba menjawab, `tidak’
Kemudian Allah Ta’ala memberikan sebuah catatan Si hamba pun membacanya. Dan, Allah kembali bertanya kepada hamba itu. `Apa yang kau lihat dalam catatan itu?’
`Saya melihat kebaikan yang saaaaangat banyak.’
`Apakah kau mengetahuinya.’
`Tidak’
Maka Allah Berfirman kepada hamba itu. Itu adalah pahala yang kau dapatkan sebab kau di dzalimi, disakiti, dan mereka mengambil hartamu tanpa sepengetahuanmu."’

*****

Ibrahim bin Adham memiliki tujuhpuluh budak. Ketika bertaubat, seluruh budaknya dimerdekakannya.
Suatu ketika salah satu bekas budaknya mabuk dan bertemu dengannya. Bekas budak itu berkata. "hai Fulan, (karna budak itu sedang mabuk maka memanggilnya dengan sebutan fulan) tunjukkan aku kerumahku."
Ibrahim pun menunjukan ke salah satu kuburan. Begitu tahu dibawa kekuburan, bekas budak itu marah lalu memukuli Ibrahim bin Adham dengan keras. Si bekas budak berkata, "kubilang tunjukan aku ke rumahku! Mengapa kau tunjukan aku ke pekuburan?"
Ibrahim bin Adham menjawab, "wahai orang tak berakal, inilah rumahmu yang sebenarnya. Selain ini, hanyalah tipuan semata."

Mendengat hal itu, si bekas budak semakin marah dan mencambuki Ibrahim bin Adham. Namun setiap kali dicambuk, Ibrahim mengucap; "Ghafarallaahui laka (semoga Allah Mengampunimu)."
Ketika itu, tiba-tiba datang ada seorang lelaki dan berkata, "hai, kau! Apa yang telah kau lakukan terhadap tuanmu yang telah memerdekakanmu?"
Si bekas budak itu nampaknya tidak tahu kalau orang yang ia pukuli dan sakitnya adalah bekas tuannya. Si bekas budak itupun berkata, "memangnya suaoa orang ini?"
Lelaki itu berkata, "dia Ibrahim bin Adham!"

Mendengar hal itu, serta-merta si bekas budak bersipuh di hadapan Ibrahim bin Adham seraya minta maaf.
Ibrahim berkata, "kau telah kuampuni dan kumaafkan."
Si bekas budak berkata, "Wahai tuanku, saya telah menyakiti dan memukuli tuan, tapi engkau malah mendoakan kebaikan untukku. `ghafarallaahu laka. `Mengapa?"
Ibrahim bin adham menjawab, "bagaimana aku tidak mendoakan kebaikan untukmu, padahal pukulanmu dan penyiksaanmu terhadapku adalah penyebab aku bisa masuk surga?"


Dukutip dari kitab Al-Mawa’izb al-Ushfuriyah,
karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar.
Syarh Shohih Muslim,

comments powered by Disqus

Tenang Dalam Setiap Sikap

Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang

connect with abatasa