Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Pahala Bagi Orang Sakit

Pahala Bagi Orang Sakit

Pada zaman dulu ada seorang lelaki dari Bani Israil yang sangat fasik (jahat). Para penduduk sekitar tidak kuasa mencegahnya dari berbuat maksiat. Mereka pun memilih memas rahkannya pada Allah. Maka Allah berfirman pada Nabi

Senin, 03 Desember 2012

Pada zaman dulu ada seorang lelaki dari Bani Israil yang sangat fasik (jahat). Para penduduk sekitar tidak kuasa mencegahnya dari berbuat maksiat. Mereka pun memilih memas rahkannya pada Allah.
Maka Allah berfirman pada Nabi Musa, "Sesungguhnya di antara Bani Israil ada seorang pemuda yang yang sangat fasik. Usirlah dia dari negerinya agar api neraka tidak menjamah penduduk sekitarnya."

Maka datanglah Nabi Musa kepada pemuda itu lalu mengusirnya dari negeri itu.
Pemuda itu kemudian pergi ke suatu desa. Allah menyuruh Nabi Musa agar mengusirnya pula dari desa itu. Maka Nabi Musa pun mengusir pemuda itu lagi.

Pemuda itu kini pergi ke padang pasir yang tiada penghuninya dan tiada tempat berteduh. Sampai suatu hari iapun jatuh sakit. Di tengah padang pasir itu tak ada orang yang menolongnya, sehingga ia roboh ke tanah. Dalam sakitnya itu ia memelas kepada Allah. "Ya Allah, seandainya ibuku ada di sisiku, pasti ia akan mengasihiku dan menangisi keadaanku. Dan seandainya ayah ada di sini, tentu ia akan menolongku. Dan seandainya istriku ada di sampingku, tentu ia menangis karena akan berpisah denganku (mati). Dan seandainya anak-anakku ada di sini pula, tentu mereka akan menangis di belakang mayatku. Mereka akan berdoa, `ya Allah, ampunilah ayah kami yang terasing ini. Yang lemah, jahat, dan terusir dari negerinya ke negeri lain, dari negeri lain ke desa lain lagi, dari desa asing ke padang pasir. Ia yang meninggal dengan putus asa dari segala sesuatu kecuali dari rahmat-Mu.’

Ya Allah, meski Kau telah bakar hatiku sebab berpisah dengan mereka, janganlah Kau bakar diriku dengan neraka- Mu sebab dosa-dosaku."

Kemudian Allah mengutus satu bidadari dalam wujud ibunya, satu bidadari lagi dalam wujud istrinya, dan pemuda- pemuda surga dalam wujud anak-anaknya. Serta, diutus pula satu malaikat dalam perwujudan ayahnya. Mereka duduk di samping pemuda itu dan menangisinya untuk menyenangkan hatinya. Pemuda itupun berkata, "ya Allah, sungguh Engkau tidak memutuskanku dari rahmat-Mu. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas Segala Sesuatu...." Akhirnya pemuda itu meninggal dalam keadaan bersih dari dosa.

Allah kemudian menurunkan wahyu pada Nabi Musa. "Wahai Musa, pergilah ke padang pasir begini, dan begini. Sungguh telah meninggal di tempat itu salah satu kekasih- Ku. Mandikan, kafani, shalatkan dan kuburkan jenazahnya."

Nabi Musa pun pergi ke tempat yang dimaksud.
Ketika sampai di tempat itu, Nabi Musa melihat pemuda yang dulu pernah diusirnya dari suatu negeri atas perintah Allah. Ia juga melihat bidadari menangisi pemuda itu. Kemudian Nabi Musa berkata, "ya Allah, bukankah ia pemuda fasik yang telah kuusir dari negerinya atas perintah- Mu?"

"Benar, wahai Musa. Tapi sesungguhnya Aku mengasihi dan mengampuninya karena kesusahannya ketika sakit, berpisah dengan orang tua, anak-anak serta istrinya. Dan Aku juga telah mengirim bidadari dan malaikat yang menangisinya karena kehilangan dan keterasingannya. Ketika ia mati, menangislah penduduk langit dan bumi karena kasih padanya. Bagaimana Aku tidak mengasihinya, sedangkan Aku adalah Dzat Yang Maha Pengasih."

comments powered by Disqus

Rendah Hati, Bukan Rendah Diri

Rendah hati artinya sifat bijak yang melekat pada sesorang, memposisikan dirinya dengan orang lain sama, merasa tidak lebih baik, tidak lebih mahir,tidak lebih pintar, tidak juga lebih mulia.

connect with abatasa