Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Salam Bagi Penghuni Kubur

Salam Bagi Penghuni Kubur

Syekh Abu Muhammad bin AbduUah bin Fadhl menceritakan bahwa Auza`i berkata bahwasannya suatu hari Maisyarah bin Hunais melewati kuburan dan berucap, "semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, hai penghuni kubur.

Selasa, 20 November 2012

Syekh Abu Muhammad bin AbduUah bin Fadhl menceritakan bahwa Auza’i berkata bahwasannya suatu hari Maisyarah bin Hunais melewati kuburan dan berucap, "semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, hai penghuni kubur. Kalian bagi kami adalah orang-orang yang mendahului. Sedang kami bagi kalian adalah orang-orang yang tertinggal. Semoga Allah senantiasa membelas-kasihani kami serta kalian semua. Semoga Allah senantiasa melimpahkan barokah-Nya pada kalian, juga pada kami ketika kami nanti mengalami seperti apa yang kalian alami (mati)."

Dengan kehendak Allah, tiba-tiba ruh salah seorang lelaki kembali ke dalam jasadnya. Lelaki itu berkata, "kalian sangat beruntung, wahai orang yang hidup. Kalian bisa mengerjakan ibadah haji empat kali dalam sebulan."

 

Maisyarah pun berkata, "semoga Allah membelas-kasihani kamu. Akan tetapi, bagaimana mungkin kami dapat berhaji sebanyak empat kali selama sebulan?"

Lelaki itu menjawab, "dengan shalat Jumat. Apakah kalian tidak tahu kalau sesungguhnya shalat Jumat itu adalah ibadah haji yang mabrur dan makbul?"

"Bila demikian, beritahu kami, amalan apa yang mesti kami perbanyak pada hari itu?"

"Istighfar. Karena sesungguhnya, istighfar adalah amalan yang sangat bermanfaat di akhirat kelak."
"Lalu, kenapa kamu tidak menjawab salamku? Katakan sebabnya?"

 

Lelaki itupun menjawab, "sesungguhnya, menjawab salam adalah suatu amal kebaikan. Tetapi, pahala dari perbuatan baik telah dicabut atas kami. Maka tidak ada manfaatnya kalau saat ini kami melakukannya. Bagi kami tidak ada lagi perbuatan baik yang bisa menambah pahala atau mengurangi dosa. Maka kami sangat berterimakasih pada kalian atas ucapan salam yang kalian sampaikan.

 

Penerbit : Kartamedia

Judul : Allah Tidak Tidur

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa