Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Delima untuk Fatimah

Delima untuk Fatimah

Pada suatu hari, Fatimah az-Zahra ra. meminta suaminya pergi ke pasar membeli delima. Keluarga Imam Ali ra. adalah keluarga yang hidup sederhana. Pada hari itu, di kantong Imam Ali ra. hanya terdapat satu dirham yang cukup me

Selasa, 30 Oktober 2012

Pada suatu hari, Fatimah az-Zahra ra. meminta suaminya pergi ke pasar membeli delima. Keluarga Imam Ali ra. adalah keluarga yang hidup sederhana. Pada hari itu, di kantong Imam Ali ra. hanya terdapat satu dirham yang cukup membeli sebuah delima saja. Namun, karena tak ingin mengecewakan istri tercintanya, Imam Ali ra. segera menuju pasar. Dia kemudian beijalan dari satu sudut ke sudut lain demi memilih buah delima terbaik yang akan dipersembahkan untuk istrinya. Senyuman mengembang di bibir Imam Ali ra., ketika satu buah delima terbaik sudah dikantonginya.

Ketika sedang berjalan menuju ke rumah, Imam Ali ra. berpapasan dengan seorang pengemis yang terlihat sangat kelaparan. Pengemis itu mendekati Imam Ali ra. dan menengadahkan tangannya. Imam Ali ra. bingung karena tak ada lagi yang bisa dia berikan kepada pengemis itu selain buah delima yang ia beli untuk Fatimah. Hatinya sedikit goyah. Namun, tanpa keraguan sedikit pun, diberikannya delima itu kepada si pengemis. Hatinya berkata, pengemis ini lebih membutuhkan makanan daripada istriku. Ia sudah tak sanggup beijalan karena menahan lapar.
Imam Ali ra. pulang dengan tangan kosong. Di depan pintu, ia sedikit ragi§ untuk masuk. Ia mencoba merangkai kata-kata terbaik atas kejadian yang baru saja ia alami. Setelah mengucap salam, Imam Ali ra. masuk dan ia dapati istrinya sedang mengupas buah delima.

"Tadi ada seseorang lewat dan memberiku sepuluh buah delima yang segar dan nikmat ini. Karena aku ingin memakannya, aku langsung mengupasnya tanpa sempat menunggumu pulang dari pasar," kata Fatimah az-Zahra.


Imam Ali ra. mengucap syukur Alhamdulillah. Ternyata, janji Allah Swt. pasti benar. Ia menyedekahkan satu buah delima dan ternyata Allah menggantinya dengan sepuluh buah delima.


"Allah Swt. mengibaratkan orang yang bersedekah seperti seseorang yang menanam sebutir biji yang tumbuh dan menumbuhkan tujuh tangkai. Dari tujuh tangkai ini akan menumbuhkan lagi bertangkai- tangkai dahan yang menghasilkan buah yang dapat menghasilkan manfaat yang jauh lebih banyak daripada benih itu sendiri."

 

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa