Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Rumput Tetangga Tak Selalu Lebih Indah

Rumput Tetangga Tak Selalu Lebih Indah

Raina dan Halim adalah sepasang suami istri muda yang bahagia. Mereka dikaruniai satu orang putra yang lucu sekali. Rumah mungil mereka selalu hangat dengan tawa riang dan kasih sayang. Mereka benar-benar keluarga kecil yang

Senin, 29 Oktober 2012

Raina dan Halim adalah sepasang suami istri muda yang bahagia. Mereka dikaruniai satu orang putra yang lucu sekali. Rumah mungil mereka selalu hangat dengan tawa riang dan kasih sayang. Mereka benar-benar keluarga kecil yang bahagia. Hingga tiba waktunya mereka diuji oleh Allah Swt.

Raina dan Halim memiliki tetangga baru. Rumah yang tepat berada di seberang rumah Raina dan Halim kini sudah ditempati. Raina senang sekali karena penghuni baru itu sama-sama pasangan muda. Siang hari, saat suami mereka sama-sama sedang bekeija, si istri yang bernama Najwa sering berkunjung ke rumah Raina, begitu pun sebaliknya. Tak butuh waktu lama, mereka menjadi teman dekat. Namun, kedekatan Raina dan Najwa malah membawa akibat buruk bagi keluarga kecil Raina dan Halim.

"Suamiku, lihatlah kursi tamu di rumah kita sudah jelek dan kusam. Aku malu kalau Najwa datang bertamu. Kursi di rumahnya sungguh bagus dan empuk. Bisakah kita membeli kursi baru?" keluh Raina pada suatu hari.
Halim mengabulkan permintaan Raina karena kursi mereka memang sudah tua dan rapuh. Kebetulan, mereka juga ada kelebihan uang. Namun, kursi yang dibeli Halim tak sebagus kursi yang ada di rumah Najwa.

Walaupun sedikit merengut, Raina cukup senang dengan kursi baru mereka. "Setidaknya kursi ini lebih bagus daripada yang dulu,’’pikir Raina.
Sejak kedatangan tetangga baru, keluhan-keluhan selalu keluar dari mulut Raina. Perdebatan sering teija- diantara Halim dan Raina. Rumah mungil mereka kini menjadi muram karena jarang sekali terdengar tawa bahagia dari dalamnya.

"Suamiku, hari ini Najwa memakai kalung emas yang indah sekali. Hadiah dari suaminya. Mereka memang keluarga bahagia. Lalu, kapan kau mau membelikanku hadiah?" pinta Raina di hari yang lain.

"Raina, Istriku sayang. Tahukah kau, ada sesuatu yang kita miliki yang tak bisa dibandingkan dengan keluarga mana pun, tak juga bisa dibandingkan dengan harta benda dan perhiasan," jelas Halim.
"Maksudmu?" Raina tak mengerti.

"Dia memberi kita kebahagiaan lahir dan batin; membawa keceriaan dan tawa di rumah mungil kita. Dia adalah anak kita, yang kini belum dimiliki Najwa dan suaminya, juga berbeda dari apa pun yang dimiliki keluarga lain," jawaban Halim menyadarkan Raina atas kebutaannya selama ini.
"Astagfirullah, ampuni aku yang mendustakan nikmatmu, ya Allah," ungkap Raina dengan penuh rasa penyesalan.

"Jangan pernah lupa untuk mensyukuri apa yang kita peroleh. Percayalah, Allah Sang Mahaadil memberikan rezeki yang seadil-adilnya kepada seluruh umatnya. "

 

comments powered by Disqus

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiiq

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi - radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakekn

connect with abatasa