Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Hikmah»Cara Sahabat Menghabiskan Uang

Cara Sahabat Menghabiskan Uang

Amin il Mukminin Umar bin Khattab ra. sangat ingin mengetahui tingkah laku dan sifat dua orang sahabatnya. Dua orang sahabatnya itu merupakan orang-orang pilihan.

Jum'at, 22 November 2013

Amin il Mukminin Umar bin Khattab ra. sangat ingin mengetahui tingkah laku dan sifat dua orang sahabatnya. Dua orang sahabatnya itu merupakan orang-orang pilihan. Keduanya senantiasa menghadiri majelis Rasulullah saw. dan keutamaan mereka telah diketahui masyarakat Madinah secara umum. Mereka adalah Ubaidah bin Jarrah ra. dan Muaz bin Jabal ra.

Pada suatu hari, Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra. memanggil Ubaidah. Kemudian Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra. memberikan sebuah kantong hitam berisi uang miliknya. Amirul Mukminin berpesan, kantong uang itu hanya boleh dibuka ketika Ubaidah bin Jarrah ra. sudah tiba kembali di rumahnya.
"Aku akan membukanya di rumah," kata Ubaidah.

Betapa terkejutnya Ubaidah begitu tiba di rumah dan mendapati uang sejumlah empat ratus dinar di kantong itu. Dengan segera, Ubaidah bin Jarrah memerintahkan kepacia pelayannya untuk membawa uang itu dan dibagikan kepada setiap orang, masing-masing enam atau tujuh dinar. Ubaidah pun memerintahkan pelayannya agar tidak menyisakan sedinar pun uang di kantong itu. Setelah melaksanakan tugasnya, pelayan Ubaidah bin Jarrah ra. pulang dengan kantong uang yang kosong.

Tak berapa lama, Amirul Mukminin Umar bin Khat- tab ra. juga memberikan satu kantong uang berisi empat ratus dinar kepada Muaz bin Jabal ra.. Tak berbeda dengan Ubaidah, sesaat setelah melihat kantong penuh berisi dinar, Muaz langsung memerintahkan pelayannya untuk membawa uang itu keluar rumah. Uang itu dibagikan kepada kaum fakir miskin dan orang yang sangat membutuhkan sehingga semua mendapat bagian yang adil. Sang pelayan hanya menyisakan uang dua dinar untuk keperluan makan dan hidup sekadarnya.
Melihat kejadian ini, Amirul Mukminin merasa bahwa sungguh beruntung dirinya masih hidup di tengah- tengah orang yang zuhud dan tidak terlena oleh nikmat dunia.

"Sedekah termasuk amalan yang sangat mulia karena merupakan salah satu perwujudan ibadah hubungan antarsesama manusia (hablumminannas). Dengan sedekah, kita dapat membantu sesama kita yang membutuhkan dan kekurangan. "

comments powered by Disqus

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiiq

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi - radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakekn

connect with abatasa